














Sampai di bandara sekitar jam 10 pagi, kita ketemu duluan sama Gevita, finalis asal Tasikmalaya. Naik ke atas bertemu dengan Dea, finalis yang lainnya lagi. Setelah kenalan, mengobrol sedikit, kita digiring mas Amet dari Singapore Tourism Board untuk check in. Jam 14.15 pesawat berangkat menuju Singapore. Sampai di Singapore, kita disambut beberapa LO (Liaison Officer) lain yang sudah beberapa hari sebelumnya tiba duluan di Singapore. Katanya sih demi menyiapkan rute race yang paling seru.
Kita semua menginap di hotel Ibis Novena, salah satu hotel yang bisa dibilang baru di Singapore. Sampai hotel sudah hampir makan malam, kita bersih-bersih sebentar dan diminta turun satu jam lagi untuk dinner. Disini nih bencana dimulai. Ternyata bukan hanya aku alergi bebek ya—karena tiap habis makan bebek pasti aku muntah-muntah keracunan enggak jelas—aku pun ternyata alergi lobster. Sehabis icip-icip nasi goreng premium lobster punya Trias, kok rasanya bibirku agak aneh. Lama-lama bibir itu membengkak 2 kali lipat ukuran aslinya. Para LO yang prihatin meminta aku istirahat, mengompres bengkaknya, kasih balsem, minum parasetamol dll. Aku udah sedih aja, besok kalau bengkaknya tidak hilang, acara race-nya bisa tidak semangat. Dokumentasi pun akan kacau, karena wajahku tidak kelihatan seperti aslinya a. k. a tidak cantik :p
Akhirnya memutuskan untuk istirahat lebih cepat. Disaat tim lain jalan-jalan menikmati malam pertama di Singapore, aku tidur aja deh.

all team and our Singapore LO mba Siska
Tapi untunglah esok paginya bengkaknya mereda. Pukul 09.00 pagi, acara Race to #YourSingapore pun dimulai! Di luar hotel, kita diminta pilih satu amplop yang menjelaskan rute yang akan kita tempuh. Ternyata 3 tim akan menempuh jalur yang berbeda, jadinya tidak sama persis seperti Amazing Race yang semua tim menempuh rute yang sama. Yang tercepat di Amazing Race, menang! Di Race to #YourSingapore, menangnya tim dihitung dari akumulasi poin. Poin yang dikumpulkan terdiri dari kecepatan dan ketepatan memecahkan clue, kecepatan dan ketepatan dalam mengerjakan tugas di setiap landmark, posting di twitter dan facebook sepanjang race, kebijaksanaan dalam menggunakan uang saku yang diberikan, dll. Oh ya, saat race kita diberi kartu Singapore Tourist Pass yang bisa digunakan tanpa batas di MRT dan bis seharian penuh, simcard SingTel untuk daftar Blackberry Service, dan uang saku 450 SGD.
Landmark pertamaku dan Trias itu tentang mal terbaru di Orchard yang punya patung alpukat di depannya. Trias ngotot ION, sedangkan aku masih tidak yakin, karena seingatku ION itu di depannya hanya ada patung-patung manekin warna-warni. Google sana sini, tanya teman-teman di twitter, ternyata benar ada patung alpukat di ION. Kita meluncur dari Novena ke Orchard. Karena dekat banget, 15 menit kemudian kami sudah sampai. Karena tugasnya harus beli makanan asli Singapore di Food Opera, mau tidak mau kami menunggu sampai mal buka yaitu jam 10 pagi. Baru sadar kami sepertinya dirugikan waktu disiniL
Hanya menghabiskan 5 dolar pertama kami untuk membeli Laksa Singapore, kami mendapatkan amplop clue untuk landmark kedua kami. Sebuah tempat yang beratap mirip durian? Yah ini sih anak SD juga tahu, apalagi kalau bukan Esplanade. Mengambil jalur MRT Circle Line, kita sampai dengan cepat di Esplanade station. Disini nih yang lucu—mungkin karena tim kami terlalu cepat—kami kelilingi Esplanade 2 kali, tidak nemu LO landmark. Ngumpet dimana coba? Setelah hampir putus asa, ternyata secara ajaib LO landmark ada di depan pintu teater Esplanade, yang sudah kami lewati 2 kali. Taruhan deh, pasti LO landmark-nya baru sampe!!! Ah raja tega deh! Mikir lagi, sepertinya mencari-cari LO landmark Esplanade yang belum datang ini juga menghabiskan waktu kami L

sepertinya ini juga salah satu alasan kenapa kita kalah, LO kita Mr. Agiel lelet gitu jalannya *piss
Di sini kami diberi tugas mengambil brosur Esplanade Diary, membeli 1 souvenir khas Esplanade dan 3 kartupos Singapore. Selesai menyelesaikan tugas dalam waktu 7 menit, kami pun mendapatkan clue untuk landmark selanjutnya.

Karena Ibis di Singapore hanya ada di Novena dan Bencoolen, aku langsung tahu kemana harus menuju. Ibis Bencoolen bisa dicapai dengan MRT stasiun Bugis, dan mengingat di Bugis ada tuh yang namanya mal Bugis Junction, pastilah tempat ini tujuannya. Ternyata benar, di depan pintu masuk Bugis Junction kita menemukan LO landmark, dan diberi tugas untuk membeli 3 souvenir Singapore yang berbeda. Tugas selesai, lanjut ke clue landmark keempat.

ASTAGA ASTAGA, Ku De Ta??! Jelas aja yang dimaksud Marina Bay Sands. Yang jelas Ku De Ta itu ada di Sands Sky Park, tempat paling yahud di Marina Bay Sands. Gimana juga nggak tahu—setiap artis yang aku dan Trias suka—seperti Adam Lambert dll, pasti ngetweet tentang Marina Bay Sands dan Ku De Ta-nya yang terkenal, tiap mereka selesai dinner di sana. Artis aja terpesona sampai tweet tentang hotel ini tanpa dibayar, apalagi kami??!! YUHUUUUU... Menduga bisa naik ke Sands Sky Park gratisan—FYI tiket masuknya 20 SGD per orang—kami pun melaju ke Marina Bay Sands. Dipintu masuk Sands Sky Park, ternyata sudah menanti LO landmark. Lhooo, kok kamu ada disini yah? Harusnya tunggu kami di Ku De Ta gitu, di atas, bukan di bawah! Tapi gerutu kami tidak beralasan kok, karena tugas yang diberikan ternyata mengharuskan kami berfoto dengan latar belakang Marina Bay Sands Infinity Pool yang TOP banget itu. Ahahaa tambah semangat. Alhasil di landmark keempat inilah, kita menghabiskan waktu lamaaaaaa sekali, karena kebanyakan foto-foto. Wajarlah, karena landmark yang ini belum pernah aku dan Trias datangi.
sampai juga disini, gratisan pula XD
Landmark terakhir ada di Sentosa. Disinilah kebodohan kami dimulai. Apa karena sudah capek, atau terlalu terpesona dengan Sands Sky Park dan Marina Bay Sands Infinity Pool-nya, kita tidak bisa mengartikan clue dengan jernih. Terpaku pada kata get wet and wild, kami malah muter-muter Imbiah station, mencari wahana yang bisa buat badan basah. Sampai-sampai kami memutuskan mau naik bis ke Wavehouse Sentosa. Hahaaa LO kami Mr. Agiel sampai ketakutan kalo kami bakal naik bisa beneran, karena sebenarnya LO landmark Sentosa sedang menunggu kami dengan manis di depan pintu loket wahana Sentosa di Imbiah. OMG, jadi tim yang datang ke Imbiah paling pertama, kami malah jadi tim yang paling terakhir menemukan LO landmark. DODOL banget nggak sih??!! Meski kecewa, tapi yang terpenting kami bisa menyelesaikan semua tugas dengan baik.
Race hari itu pun selesai dan semua tim dan LO berkumpul di Imbiah. Dari situ kami digiring masuk ke The Merlion at Sentosa. Disini kita bisa menonton sejarah Singapore. Dan dapat koin untuk dimasukkan ke patung singa di dalam. Patung singa-nya mengeluarkan kartu mystery gift, hadiahnya sesuai dengan mystery gift yang tercantum. Aku mendapat mousepad yang bisa diselipkan foto di dalamnya, sedangkan Trias dapat kipas bergambar Merlion. Lalu kami semua juga naik lift ke atas kepala si Merlion, untuk melihat Sentosa dari atas ketinggian 37 meter. (The Merlion; Imbiah Lookout. Admission Fee : SGD 8 per adult, SGD 5 per child)
Selanjutnya kami mencoba Tiger Sky Tower. Tepatnya seperti kabin observasi yang naik ke atas ketinggian 131 meter dan kabinnya pun berputar sehingga kita bisa melihat Sentosa dari segala arah. (Tiger Sky Tower. Admission Fee : SGD 15 per adult, SGD 13 per child)
Desperados is next! Wahana ini mirip Perang Bintang di Dufan, hanya saja yang kita tembak di sini bukan robot-robot bergerak, melainkan layar yang menampilkan cuplikan film koboi. Tembaklah sebanyak-banyaknya untuk mendapatkan poin. Hebatnya tim kami dapat poin paling tinggi lho di wahana ini. (Desperados. Admission Fee: SGD 12 per person)

Wahana selanjutnya bikin aku dan Trias kegirangan. Skyline Luge! Karena inilah satu-satunya adrenalin yang ditawarkan para LO hehe.. Seru seru banget, memang tidak cukup sekali. Hampir mirip gokart, tanpa mesin, hanya kendaraan yang membawa kita menuruni jalan sepanjang 688 meter (Dragon Trail). Karena baru pertama kali, aku cenderung hati-hati mengendarainya, dan berakhir kalah! Hahaa yang penting have fun gan. Selesai mengendarai Luge, kita naik ke atas bukit lagi dengan kereta kabel yang disebut Skyride. Seru nih, semacam kereta kabel yang membawa kita naik ke atas bukit untuk main ski es, RING A BELL?? Saat Trias dan Gevita ketakutan di atas Skyride—karena kaki tidak menapak tanah mungkin—aku sih senang-senang aja. Mau berapa kali juga hayoo. (Skyline Luge Sentosa. Admission Fee for one way Skyride + Luge : SGD 12 per person)
Dan hari itu pun berakhir. Kita semua dinner di Food Republic Vivo City dan dapat jatah waktu bebas untuk jalan-jalan. Aku dan Trias memilih cabut ke Orchard Road cari tas Charles and Keith, Gevita pilih ke Chinatown; pastinya cari oleh-oleh murah, dan Dea plus partner-nya Andre mengaku ingin ke Geylang. Haahh serius, Geylang gitu? Dasar cowok.
Keesokan paginya, pemenang Race to #YourSingapore kemarin pun diumumkan. Dea dan Andre pemenangnya, dan berhak atas paket liburan 3 hari 2 malam di Singapore! Congratz! Aku dan Trias menempati tempat kedua, sayangnya tidak dapat hadiah XD Tapi sudah beruntung sekali bisa jadi finalis dan jadi bagian dari Race to #YourSingapore yang seruuuu banget. JUST BE GRATEFUL TO EVERYTHING YOU GOT GIRLS!! Itulah kata-kata penyemangat kami.
Pulang dengan hati bahagia, dan juga pertanyaan, ‘kapankah aku akan dapat free trip lagi? bagaimana jika ke USA? please God hear my pray. i wanna go to USA USA USA.’
Just dream and The Secret method will help you out XD
Untuk yang kedua kalinya, aku menang free trip ke Singapore. Menang kali pertama, sekitar November tahun lalu, dapat dari event Flying Fantasy yang diadakan kartu kredit HSBC AirAsia. Waktu itu, caranya cukup gesek 500rb untuk pesan 1 kursi pesawat dengan tujuan liburan ke Universal Studio Singapore gratis. Kebetulan waktu itu adikku pinjam kartu kreditku untuk beli BB. Nah, struk pembelian BB adikku itu yang aku daftarkan. Terus terang itu adalah jalan-jalan gratisan paling mudah yang pernah aku menangkan. Selain hanya dengan daftarin nomor struk, keluar modal pun enggak. Sampai sekarang sepertinya dia tidak tahu kalau BB-nya membawaku jalan-jalan gratis ke Universal Studio Singapore. *wink
2-4 Mei yang lalu aku kembali terdampar di Singapore secara cuma-cuma. Tapi kali ini menangnya tidak semudah di Flying Fantasy, karena @Singasik meminta peserta untuk membuat itinerary di situs mereka www.yoursingapore.com. Bikin itinerary-nya tidak bisa dibilang mudah lho, karena jika kita langsung ke form pembuatan itinerary, pilihan tempat dan event yang ada disitu sangat terbatas. Aku yang tidak suka ‘dibatasi’ dalam hal apapun, mention @Singasik dan tanya kenapa pilihan tempat yang bisa dimasukkan di itinerary itu sedikit. Untungnya adminnya baik, dia menjelaskan sebenarnya bisa ditambah dengan cara kunjungi yoursingapore.com, browsing tempat-tempat yang kita sukai, lalu masukkan tempat-tempat itu ke guide (kalau belanja istilahnya add to cart :p) Nah hasil kumpulan guide itu baru disusun jadi itinerary. Aku yang tipe pemilih dalam hal ikutan kuis, merasa yakin di kuis ini ada peluang, dan memutuskan ikut. Itinerary jadi, selanjutnya harus buat cerita sebanyak 500 karakter untuk mendukung itinerary. Ini juga ribet. 500 karakter itu dikit, udah gitu harus nyambung dengan itinerary 3 hari. Akhirnya selesai juga, dan aku submit deh. Seperti aku yang biasa, aku pede aja ikutan kuis menulis dengan submit hanya sekali. Beda seperti teman-teman menulis yang lain, mereka terkadang suka submit 3 naskah untuk kontes yang sama. Kalau aku biasanya menulis 1 saja, tapi yang terbaik.
Saat pengumuman Top 50, aku hepi bisa masuk dalam list. Perjuangan selanjutnya pun dimulai. Itu tuh, cari jempol cantengan buat voting hahaa... Untung aja kumpul 400 sekian likes (jangan tanya darimana). Tapi masih kalah dong sama jumlah voting yang aku dapat untuk kontes tiket Maroon 5 dari Surya Promild, 700 lebih likes (jangan juga ditanya dapat darimana :p)
Karena jumlah likes terbanyak nomor 2, aku masuk di Top 15. Disini tinggal nunggu pengumuman dari juri aja. Jempol-jempol cantengan itu tidak berlaku lagi. Disini nih penentuannya, aku juara jempol cantengan doang atau juara dimata juri.
Ternyata di tanggal 27 April 2011, selain jadi hari bahagia bisa ketemu langsung band hebat Maroon 5 dan kibordis hebat Jesse Carmichael (aku ngga paham juga nih kok penting amat menyebut nama Jesse di sini), aku dimention @Singasik jadi salah satu dari 3 finalis yang akan ikut Race to #YourSingapore di Singapore! Hepi banget! Dan yakin pasti acaranya akan seru, karena mirip-mirip Amazing Race, yang tidak pernah aku lewatkan tiap tayang di AXN (yah maklum hobiku sendiri jalan-jalan, meski sebatas jadi backpacker :D)
Cerita Race to #YourSingapore akan diposting segera yah:) Btw lucu juga dimention sama raditya dika karena menang kontes ini. Ya semoga rejeki gw bakalan sama seperti lo ya dit, mimpi jadi penulis tenar :D


Pak Amir. Beliau dulu Business Development Manager di Jaddi. Waktu reuni kemarin bawa pasukan 3 jagoan, yaitu 2 anak dan 1 keponakan. Reuni diadain di hari Sabtu, sehari sebelumnya alias hari Jum’at adalah hari terakhir Pak Amir di Jaddi. So, dialah anggota ex. Jaddi paling gress. Oh ya sekarang sih katanya dia freelance aja, yah itu sih bahasa yang agak merendah. Sebenarnya pasti Pak Amir bikin perusahaan sendiri. TOP deh.

Anggoro. Wah tambah keren aja nih si Igo. Anak ini dulu Marketing di Jaddi. Hmmm, he’s such a womanizer. Gpp, masih muda have fun aja say hehe..

Mbak Vita. Duh cantiknya ibu hamil yang satu ini. Dulu dia di bagian Recruitment. Sekarang masih kerja seputar HRD kayanya. Moga kelahiran si kecil nanti cepat dan lancar yah. Amin.

Mbak Tyas. Datang bersama putrinya. Mantan sekretarisnya babeh, trus pernah nyumbang tenaga di GA Dept. juga. Sekarang dia kerja di Grup Ciputra. Inget terakhir liat mbak Tyas waktu hamil anak kedua n badan agak ‘lebar’, tapi waktu reuni kemarin dia udah langsing lagi. Tambah cantik deh pokoknya.
.jpg)
Windy. Wah ibu yang satu ini fashionista sejati. Kayanya uang gajian abis buat ngisi lemari tuh. Kapan ngadain garage sale say? Dulu Windy bagian Costing-nya Jaddi. Tuh otak isinya kode-kode iScala tuh, sampe overload n akhirnya resign hehe..Sekarang dia kerja di Grup Bakrie. Oh ya Windy ini lagi sibuk aja nyari cowok yang tepat, udah ketemu belum bu? Mudah-mudahan segera dapet, lebih bagus lagi yang kemana-mana pake Aston Martin (ada ga tuh di Jakarta kira-kira??)

Odelia. Wah ini sih bukan ex. Jaddi. Dia masih kerja disitu tapi emang hobi yang namanya ngumpul-ngumpul, kan bisa sekalian gaya. Kemarin Odel bawa tas Louis Vuitton Whisper Suede Brown, btw itu ori apa KW ya? Kalo Odel yang bawa bisa ketipu deh orang, ga kalo gw yang pake LV, udah jelas barang KW dong, orang mah ga usah cape-cape mikir hihiii..

Lily. My best friend sekaligus teman belanjaku yang satu ini dulu di ma aku di Purchasing. Tapi Lily terakhir banting tulang di General Affair Dept. Maklum anak buahnya supir-supir dan satpam yang rata-rata pada ngeyel abis n kepala batu. Setelah terbebas dari siksaan itu, Lily sekarang kerja di bagian HRD sebuah food n beverages distributor.

Mbak Erna. Awalnya ngga nyangka ibu yang satu ini bakal datang. Udah ga ketemu Mbak Erna sejak kira-kira 4 tahun yang lalu, karena memang dia yang paling awal resign. Dulu Mbak Erna satu departemen ma Pak Amir di BD, sekarang sih dia udah sukses. Jadi manager di perusahaan kompetitor Jaddi ya mbak? Hehe..

Mbak Sandra. Ini dia temen barengan hamilku hehe.. Anak kita lahirnya beda seminggu doang loh. Sekarang mbak Sandra masih kerja di seputar Accounting, yah memang itulah dunianya. Semangat!!

Desy. Salah satu teman terdekatku ini lagi hamil anak kedua. Anak pertamanya lahir dua minggu setelah Wima lahir. Eh anak keduanya ini prediksinya akan lahir pas Wima ultah yang pertama, 3 Juli nanti. Ckckckck hebat nih mami Desy n papi Ferry kejar target. Oh ya awal masuk kerja di Jaddi Desy di bagian Marketing, lalu naik jabatan tuh di Accounting (Sales). Sekarang dia kerja di Combiphar, bagian Accounting juga.

Mas Adhi. Coba lihat statement t-shirtnya hihihi.. Waktu reuni dia bawa cewek nih, ngakunya sih temen. Yah mas, bukan temen juga gapapa. Apa coba yang kita pikirin kalau liat mas Adhi pakai kaos tulisan begitu n ngegandeng cewek pula?? Btw ga tau nih sekarang mantan orang Audit ini kerja dimana, ga pernah kontak. Bahkan dia sendiri ga pernah muncul di FB.

Indah. Itu bukan baby-nya Indah, tapi baby-nya Wati. Ibu berjilbab ini dulu satu tim ma Desy di Accounting Sales. Sekarang dia kerja di Airasia, ngurusin travel.

Wati. Ibu yang baru aja dikaruniai seorang putri yang cantik!! Tambah subur abis melahirkan. Tenang Wat, kalau si dede udah gede siap2 diet lagi. Gw turun 20 kg loh sejak melahirkan, alias balik ke berat semula. Tapi Wati terlihat sangat serasi dengan mas Gandhi-nya itu, dua-duanya montok hwhwhww...

Nurul. Gadis solo nan anggun dan lemah lembut serta bersuara sangatttttttt pelan ini dulu duduk di bagian Accounting . Sekarang kerjaannya masih berhubungan dengan Accounting, dan kayaknya satu kantor tuh ma mba Sandra. Kata yang paling sering kita semua ucapkan kalo ngobrol ma Nurul adalah ‘APA’. Contoh : “Mba Git, aku wussswususswusss ini..” Gita dengan wajah bingung: “APA say?” Nurul : “Itu wussswuwusssuwuwsss..” (suaranya seperti angin berhembus). Gita : “APAan sih Nurul? Kencengan dikit napa ngomongnya.” Nurul dengan wajah malu-malu, “IHH mba Git gitu deh.” Hmmm pokoknya siap2 pegel aja deh kalo ngobrol ma dia.

Mbak Tri. Ini dia nih ibu yang paling galak di Jaddi (liat aja tuh tampangnya di foto). Galaknya sih ma anak buahnya yaitu satpam, supir, OB, teknisi, dsb. Mungkin yang masuk ke bagian GA harus tegas ky gitu, kalau ngga jangan2 kita yang digalakin. Mbak Tri sekarang kerja di perusahaan distributor home video original (DVD dsb). Wah coba aku yang kerja disitu, pasti asyik deh bisa nonton gratis terus. Dan pastinya akan ngga ada rasa bersalah yang selama ini aku rasain tiap kali nonton DVD bajakan.

Bu Jessi. Ya ampun si Ibu ini susah banget mau difoto. Sampe akhirnya curi-curi aja pas dia lagi sibuk sms. Oh ya ini satu lagi yang bukan ex. Jaddi. Belum maksudnya hehe..

Mas Jhony. Wah keren, badannya ngingetin daku ma Channing Tatum nih. Mas Jhony waktu reuni bawa vcd buatannya sendiri. Isinya kegiatan kita di Mambruk, Anyer dan beberapa shoot di kantor Jaddi di Kesehatan. Maluu banget nonton vcd itu, abis gw jelek bangetttt. Yang lain bilang, “Git, ko lo mudaan sekarang dibanding disitu ?” Yah itulah teman, hasil dari nyalon dulu sebelum dateng reuni. Thanks to my hair stylist, Mas Rosyid di The Guh!!

Mba Maya. Dateng ma putrinya, Salsa. Mantan HRD ini sekarang kerja di Airasia juga bareng Indah. Sepertinya tambah sibuk, karena dia terbang melulu tuh. Yahh Airasia gitu loh, sesuai motto ‘now everyone can fly’.

Mami Adith. Ini mantan bosku yang baik hati dan tidak sombong hihi.. Sekarang bu Adith mengelola beberapa kantin di sekolah internasional. Hebatt, kapan bisa menemukan jalan usaha seperti bu Adith. Tuhan tolong beri aku hidayah. Tapi pas ketemu di reuni, bu Adith terus-menerus bilang bosen usaha n pengen pakai blazer kerja lagi. Yah aku kasih saran, apa salahnya pakai blazer ke kantin?

Mas Ade. Mantan karyawan HRD Jaddi ini sekarang kurusss bngt. Belum ngobrol nih sekarang dia kerja dimana, yang jelas sih tambah sukses. Dia ini orang yang paling rajin update status FB. Bisa 30 menit sekali mungkin. Dan yang komen statusnya dia minimal 10 orang. Hebattt. Iya dong, nemu bahan untuk status FB itu susah loh, kalo dia sampe ganti sesering itu ya namanya kreatif. Sebenernya aku bisa juga sih sering2 ganti status, 5 menit sekali malah, tapi isinya lebayy semua. Misal : ‘Lagi mandi nih’. 5 menit lagi : ‘Lagi ganti baju nih. Enaknya pake baju warna apa yah?’ Hmmm, ga penting banget kynya.
Yang kelupaan difoto sendirian!

Bu Wiwit (paling atas kanan) : Tetep cantikkk.. Sepertinya kerja ma Pak Ari Wanandi sekarang.

Bu Rina : Cool hair bu. And nice bangles, also.

Sang fotografer (kanan). Yah, cuma jadi ibu RT sekarang. Payah ahh..
Have you ever fall in love with a guy just because he sang anysong just right?
I have !!
ADAM LAMBERT is the answer.
Yeahh mungkin aku pernah bilang kontestan favoritku di American Idol Season 8 yang tengah berlangsung adalah Danny Gokey. Itu karena Danny selalu tampil bagus diminggu-minggu awal American Idol. Tapi akhir-akhir ini, sosok Adam Lambert sangat mencuri perhatian. Karena ya seperti yang kubilang di atas, dia selalu menyanyi dengan ‘benar’.
Kondisinya begini, kita tidak tahu lagu apa yang dia nyanyikan, tapi ngga perlu jadi sehebat Simon Cowell untuk bisa menilai, kita yang orang awam pun bisa. Cara Adam bernyanyi sangat emosional, original, menyentuh, powerful, brilliant, beautiful, daleem banget, mungkin kalian bisa juga menitikkan air mata, percayalah—meskipun kalian baru mendengar lagu itu untuk pertama kalinya. Dan ingin mendengarnya lagi, lagi dan lagiiii. Semacam ketagihan gitu. OMG, he’s just so amazing talented, he really can touch people by the way he sings!! His voice is beyond words. Absolutely hipnotizing, you just fall in love everytime you hear him.
Look at these videos, you’ll see my points that i mentioned.
Mad World
I personally think this is the type of song that everyone needs listen to. Can’t you believe Simon Cowell gave him a STANDING OVATION for this song??!!! Standing ovation-is-just-not-like-Simon Cowell, u know.
Born To Be Wild
One of-jump-on-the-stage-song by Adam. Paula said he’s the best contestant she ever witnessed.
And you guys should check his “If I Can’t Have You”, which is another stellar performance by him. Tender, sweet and soooo original.
Also his version of Michael Jackson’s Black and White.
Rumors said he’s a GAY. But who cares, no matter what his sexual orientation is, talent is talent, i think. What if i’m gonna tell you he’s going to be at the final with Danny Gokey? Just see.
Semenjak Wima udah agak gedean n wardrobe-nya dia juga udah menumpuk, aku mulai mikirin diri sendiri lagi. Alias mulai belanja-belanja untuk keperluan diri sendiri seperti baju, tas, dompet, sampe accessories.
Jadi ngulik-ngulik internet dan nemuin kalo online store rame-rame jualan vintage dress. Hmmm, vintage???? Cool sih, bajunya lucu-lucu. Tapi ngga sesuai dengan gaya mamanya Wima kayaknya. Vintage tuh lucunya dipake sama ABG, ato ngga under 20 kali ya. Bagusnya lagi yang punya kaki bagus n mulus. Kenapa hayo?? Yahh abis kebanyakan vintage dress itu tingginya diatas lutut semua. Sedangkan kakiku.....hmmm selain ada tanda lahir yang aneh banget memanjang dari atas paha sampe ujung jempol kaki, ada beberapa scar, beberapa lebam hasil kepentok meja, ada juga stretch mark oleh-olehnya Wima. Serem banget yah?? Bisa sih dipakein legging, tapi kurang cute jadinya. Trus percaya ngga sih, tadi sore pas jalan-jalan sore ma Wima keliling komplek, lihat pembantu rumah belakang lagi nyiram tanaman dengan gaya. Iya, karena dia pakai vintage dress plus sendal jepit!! Aw aw aw sooooo hilarious. Mungkin si ibu itu memang bergaya apa adanya, sesuai dengan isi lemari tuanya. Padahal kalau aja dia tau kalo vintage lagi in, dia tinggal bongkar lemari tuanya itu dan foto-fotoin tuh baju, jualin di multiply, bakalan laris manis. Jadi mungkin aku belum siap ikutan bergaya vintage, tapi bukan karena malu disamain kayak pembantu lohh, cuma ngga merasa cocok aja. Tapi kalau hanya sekedar pakai vintage shoes atau vintage bags sih aku berani. Karena bisa kok di-match dengan baju yang non-vintage. Seperti sepatu dan tas dibawah ini nih..
Aw aw lucuuu banget. Ngga punya yang seperti ini sih, mau kalo ada yang jual hehe..

Modern vintage shoes, so irresistible, drooling mode ON!!

Selain vintage, yang rame dijual adalah second imported clothes. Aduh duh sangat menggoda iman, baju bermerek dengan harga sangat terjangkau. Dan ngga asal seken loh, tapi kualitasnya juga bagus, like NEW!! Balik bertanya ke diri sendiri, emangnya mau pakai baju seken?? Sebelum menjawab nanya ke papi dulu. “Baju seken?? Ya ampun kayak ngga bisa beli yang baru aja!!” (menjawab dengan sewot). Ya ampun ngga usah pake emosi kali jawabnya, papi^__^ Trus si Trisha ribut ngga punya dress untuk dipakai ke Robert Pattinson’s Birthday Party bulan Mei mendatang, sampai nyuruh cari dress yang dijual online dibawah harga 80ribu rupiah. Hallooooww, serasa jadi fashion stylist on budget banget nih. Ya udah akhirnya kumpulin aja gambar dress under 80rb yang banyak, tapi kebanyakan ya second imported dress. Dengan mata hampir melotot Trisha menjerit, “Gila lo kok seken sihhhhh??!!”
Lho memangnya kenapa kalo seken? Aku jadi balik tanya ke diri sendiri lagi. Memangnya ada yang salah beli atau pakai baju seken? Pas aku pikir-pikir lagi kayaknya ngga ada yang salah kok. Selain murah, produknya kan bagus, branded, kualitasnya ok, malah ada beberapa yang cuma dipakai sekali sama yang punya. TRUS DIMANA SALAHNYA?? Malu karena bekas dipakai orang? Memangnya orang lain tau itu barang seken, toh ngga ada tulisan SECOND ini di bagian dadanya?? Kadang kalau ada baju bagus di mal trus last piece-nya cuma yang di manekin, atau cuma yang dijadiin barang contoh, toh diambil juga? Itu kan sama aja barang seken?? Trus kebalikannya kalau baju sekennya punya bekas artis, misalnya bekas dipake Katie Holmes gitu, pasti orang malah berebutan kan, kalau dilelang pasang harga setinggi-tingginya. Iya nggak? Jadi poinnya, tergantung diri sendiri aja. Masih merasa malu ngga pakai baju seken (padahal orang lain ngga tau itu seken). Masih merasa sombong ngga bisa beli yang baru (padahal yang sanggup dibeli itu lebih jelek dibanding yang seken—hihi sori papi, inget kasus tas Bally-nya papi^__^). Setuju nggak?
Hmmph, akhirnya setelah mikir-mikir aku berani juga menjawab, “YEAHHH, I’M READY!!” Oh ya, salah satu outfit yang nanti aku pakai ke Rob’s Party juga ada yang bergaya vintage dan...seken!! Stay tune for my style!! Twimoms Rock!!
Ingat utang traktiran THR Natal n utang gaji pertamanya di kantor baru, akhirnya Lily traktir anak-anak makan siang di Margo City, 26 Maret 2009.
Sampai di Margo jam 12.30, udah ada Lily (udah pindah kantor baru gara-gara gajinya dulu mengerikan dan diskriminasi total pada orang lama), Ares (masih betah di kantor lama), Ipit (idem masih betah, entah mengapa), Rita (paling awal cabut karena alasan yang kira-kira sama dengan Lily) dan Asih (betah juga tapi ribut cari-cari kerjaan baru). Abis cipika cipiki dikit n ngegodain Wima yang anehnya nangis kalo ditegur Ares, Lusi dan tunangannya dateng (cieeeee tunangann nih yeeee..). Lusi masih adem ayem juga di kantor karena dia sekarang makan gaji buta (dia yang bilang sendiri lohhhh), anak buahnya banyak banget, jadi dia mungkin kebanyakan bengong. So, bengong tapi digaji, asyik kan, jadi betah deh. Lagipula kalaupun Lusi cari kerjaan baru juga susah, abis anak mami yang satu ini mau kerja sekitar Pulo Gadung Kelapa Gading aja, selain itu ogah. Baru kali ini kenal orang kayak Lusi, yang mungkin sangat bergantung pada motor pacarnya dalam hal mobilisasi.
Bingung mo makan dimana, akhirnya naik ke lantai tiga. Disebelah kiri ada Hanamasa, kirain si Lily mo belok ke kiri, tau-taunya belok kanan alias ke foodcourt. Yah pasrah deh namanya juga ditraktir. Tadinya mo nyobain restoran Mie Pontianak yang direkomen adiknya Lily, katanya sih Mie Goreng Seafood-nya enak. Ehh ternyata ngga sesuai sama nama restorannya, karena semua menu berbau mie dan bihun hari itu ngga ada, yang ada cuma nasi goreng dan kwetiaw. Masih ada juga ya resto kayak gitu, siapa sih Purchasingnya??? hwhwhwhw. Lucunya lagi pas kita kasih tau masnya kalo kita hari itu niat makan mie n bihun dia malah bilang, “Oh mbak ke Mie Gondangdia aja. Tuh di sebelah. Dia banyak tuh menu mie-nya.” Haaaaaa, crew yang aneh. Masa dia promosiin restoran orang.Tapi kalo dipikir-pikir baik hati juga sih. Akhirnya di Mie Gondangdia Lily mesen Mie Goreng Seafood n aku pesan Bihun Goreng Seafood. Yang lain mesan Sirloin Steak di Chi Chi’s tapi ternyata kecewa karena rasanya ancurrr. Ares nyobain Rawon Setan tapi pas dateng dia malah kaget n teriak “Ihhh, kok item giniiiii???!!” Ya namanya juga Rawon, Res--emang item kaleee-- kalo kuning baru namanya opor awkawkawk. Ternyata pas dirasa-rasa, bihun yang aku pesen juga ga enak. Ahhh nyesel nih, pas ditraktir tapi salah milih. Pokoknya lo harus traktir gw lagi kapan-kapan Ly! SS ato ngga Burger n Grill, ok??
Kita sempet foto-foto juga niyy.
asih, ipit, ares, rita dan pesenan mereka. ngoceh makanan pada ngga enak tp abis juga.
kenapa ya lily kalo mo difoto adaa aja gayanya. yg ini lagi ngapain yah??
ihh tega deh mas-nya lusi, asih ngga ditemenin foto bareng. liat deh tampangnya asih sedih bngt gitu.
tiba2 roxy pindah kesini. "tuh banyak kan gamesnya", promosi Ipit. "tambahin dah seratus ribu lagi. segitu sih modal aja ga dapet mas!" hehhe, ampun Pit ampunn, becanda ko, gw ga ngga tau sebenernya kalian lagi ngapain.
lily lesu tak bersemangat. "makannya pada banyak2 banget. abis dah uang gw.."
full cast. duhh lily topic of the day banget sih, tuh ngapain lo nyempil-nyempil??
wima n papanya ikutan juga lho....
Kelar makan yang lain ke bawah mo sholat. Karena Wima udah rewel banget (ngantuk ternyata), aku pamit mo pulang ma Lily. Akhirnya sama-sama turun ke bawah. Rencananya sih mo ke tempat parkir, tapi lewat jalan pintas yang menyegarkan mata alias Centro. Papanya Wima bilang mo ke tempat sendal cowok, lihat-lihat bentar. Akhirnya Lily n aku juga ga ketinggalan cuci mata n sampe di counter Guess yang masang banner “Get Wallet for only Rp. 100.000,-“. Ini sih jelas-jelas ngga mungkin, kapan Guess jual dompetnya 100ribuan?? Langsung nanya si mbak n jawabannya, “Ohh, kalo mbak beli tas Guess, bisa beli dompetnya cuma seratus ribu....”. Tuh kan ada ‘kalo’nya, DASAR IKLAN!!! Trus mbaknya promosi lagi, "Atau mo beli satuan aja? Lagi diskon 25% lho!" Udah kepalang tanggung, liat-liat juga koleksi Guess yang baru. Cakep-cakep, suka banget yang model Baby Belle. Udah gitu Lily sempet-sempetnya nyobain beberapa tas. Akhirnya dapet ide ngerayu Lily.
“Ayo dong Ly, beli tas-nya. Ntar dompetnya buat gw.”
“Gile aje lo!” sahut Lily.
“Yahh tasnya lo cicil 6 bulan!”
“Sejuta lebih gitu??? Gile aje!!!” (Lily nihh.. suka banget sih ma kata ‘gile’).
“OH OH OH, gimana klo lo beli aja dompetnya. Trus kita gabungin cicilannya!!!” (Sungguh ide yang sangat bagus dari seorang Gita).
“HUUUUU....” jawab Lily. Tapi anehnya dia ke depan counter n ngambil satu dompet. “Eh, gw ambil yang coklat ini aja ya!!” (dengan semangat).
AKHIRNYA RAYUAN MAUT BERHASIL JUGA. Akhirnya langsung kita ke kasir n berpisah dengan dompet Guess baru di tangan. Indahnya hari itu kawan.
Besoknya email2an ma Lily n langsung buka topik, “Ehh, kalo nih cicilan dah abis, kira-kira kita mo nyicil apa lagi yaa??” Wadoooo, asyik banget deh punya temen kayak Lily. Setuju Ly, emang cara belanja kita yang suka ngegabungin supaya bisa dicicil ini adalah solusi tepat disaat krisis global. Oh ya, nyicil dompet Guess ini bukan yang pertama kali loh aku lakuin bareng Lily. Dulu kita pernah nyicil bareng jam Elle dan aksesoris dari D’Paris.