



Puisi Gita Nuari
RENCANA
sudah kau semir sepatumu. tapi diluar
hujan akan melunturkan semua lapisan semu
kenapa harus ketemu jam 9 pagi? bukankah
lebih baik jam segitu ada dibalik meja kerja
merenungkan masa depan yang monoton
lalu merubahnya dengan menu kerja
yang lebih baik. lalu kita berdemo
di sepanjang kota, menyumbat perekonomian
para pelipat nasib kita?
anak-anak kita rajin mengacungkan tangan
di kelas, menuding gurunya malas tersenyum
mereka merasa kepalanya dijejali tumpukan cita-cita
sebuah masa depan yang belum jelas, bisa
terbang seperti pesawat. ah, anak-anak kita
adalah simbol kehidupan. akar rumah tangga
yang spesifik. kenapa harus kita kenakan
mereka baju perang di dalam rumah?
Depok, 2010
RUMPUT
rumput-rumput setiap hari menyimpan
jejak orang yang menginjaknya. hujan
hanya membasuh, tak bisa mengasuh
maka ketika kita butuh sinar surya,
rumput-rumput menyulapnya jadi duri
dipunggung dan dikaki kita
seseorang menulis namanya di batu
berharap ada yang mengenalinya sebagai
pejantan yang tak pernah kalah. tetapi
di dalam saku hatimu, pejantan itu, tak lebih
hanya sebuah kepompong
yang tak punya ruang
Depok, 2010
TAMAN
di taman ini burung-burung bersayap besi
bunga-bunga membusuk di tong sampah
ada jejak berdarah di dalam tas, aromanya
menyebar di seantero jamban. cinta lumpuh
digerus kegelapan sepanjang tahun
ada rindu mengering di ujung jembatan
orang-orang saling bertepuk tangan
orang-orang saling mengucap salam
tapi dimatamu, lagi-lagi matahari meledak, jadi
serpihan yang mengganggu langkah menuju peradaban.
Depok, 2010
KABAR
kabarmu sekarang ada di benua biru
tiap pagi kotamu diguyur badai salju
burung-burung sangat malas berkicau
cuaca mengukung dan mengurung
kau sendiri merasa hidup dalam tempurung
dari jendela kau hanya bisa melihat
duniamu hilang warna, memutih seperti
timbunan kapas. kulitmu bersisik karena
dingin yang menggigit. ingatkan bahwa
di lembang aku juga merasakan hatimu?
indonesia negeri kita, tanah air moyang
kita. seburuk apapun negeri ini, aku akan
beranak pinak di sini. menuai kehidupan
dengan kepala tegak. merajut mimpi-mimpi
dengan cahaya keyakinan dan kepercayaan.
Depok, 2010
KAKU
diterik paling rawan, aku dingin melihatmu
membiarkanmu jadi bulan-bulanan waktu
tak ada jembatan kau langkahi, tak ada
bukit terjal kau tapaki. hidupmu layaknya
kayu yang dimakan rayap. pohon yang
meranggas dimamah cuaca. kakimu selalu
terbenam di lumpur paling kental, tanganmu
diborgol kerangkeng kehidupan. ada api
tapi kau tak membakarnya, ada arus
tapi kau tak mengayuhnya ke arah yang benar
dunia apa yang sedang kau bangun, saudaraku?
kau lihat, laut kian mengecilkan daratan!
Depok, 2010








Sampai di bandara sekitar jam 10 pagi, kita ketemu duluan sama Gevita, finalis asal Tasikmalaya. Naik ke atas bertemu dengan Dea, finalis yang lainnya lagi. Setelah kenalan, mengobrol sedikit, kita digiring mas Amet dari Singapore Tourism Board untuk check in. Jam 14.15 pesawat berangkat menuju Singapore. Sampai di Singapore, kita disambut beberapa LO (Liaison Officer) lain yang sudah beberapa hari sebelumnya tiba duluan di Singapore. Katanya sih demi menyiapkan rute race yang paling seru.
Kita semua menginap di hotel Ibis Novena, salah satu hotel yang bisa dibilang baru di Singapore. Sampai hotel sudah hampir makan malam, kita bersih-bersih sebentar dan diminta turun satu jam lagi untuk dinner. Disini nih bencana dimulai. Ternyata bukan hanya aku alergi bebek ya—karena tiap habis makan bebek pasti aku muntah-muntah keracunan enggak jelas—aku pun ternyata alergi lobster. Sehabis icip-icip nasi goreng premium lobster punya Trias, kok rasanya bibirku agak aneh. Lama-lama bibir itu membengkak 2 kali lipat ukuran aslinya. Para LO yang prihatin meminta aku istirahat, mengompres bengkaknya, kasih balsem, minum parasetamol dll. Aku udah sedih aja, besok kalau bengkaknya tidak hilang, acara race-nya bisa tidak semangat. Dokumentasi pun akan kacau, karena wajahku tidak kelihatan seperti aslinya a. k. a tidak cantik :p
Akhirnya memutuskan untuk istirahat lebih cepat. Disaat tim lain jalan-jalan menikmati malam pertama di Singapore, aku tidur aja deh.

all team and our Singapore LO mba Siska
Tapi untunglah esok paginya bengkaknya mereda. Pukul 09.00 pagi, acara Race to #YourSingapore pun dimulai! Di luar hotel, kita diminta pilih satu amplop yang menjelaskan rute yang akan kita tempuh. Ternyata 3 tim akan menempuh jalur yang berbeda, jadinya tidak sama persis seperti Amazing Race yang semua tim menempuh rute yang sama. Yang tercepat di Amazing Race, menang! Di Race to #YourSingapore, menangnya tim dihitung dari akumulasi poin. Poin yang dikumpulkan terdiri dari kecepatan dan ketepatan memecahkan clue, kecepatan dan ketepatan dalam mengerjakan tugas di setiap landmark, posting di twitter dan facebook sepanjang race, kebijaksanaan dalam menggunakan uang saku yang diberikan, dll. Oh ya, saat race kita diberi kartu Singapore Tourist Pass yang bisa digunakan tanpa batas di MRT dan bis seharian penuh, simcard SingTel untuk daftar Blackberry Service, dan uang saku 450 SGD.
Landmark pertamaku dan Trias itu tentang mal terbaru di Orchard yang punya patung alpukat di depannya. Trias ngotot ION, sedangkan aku masih tidak yakin, karena seingatku ION itu di depannya hanya ada patung-patung manekin warna-warni. Google sana sini, tanya teman-teman di twitter, ternyata benar ada patung alpukat di ION. Kita meluncur dari Novena ke Orchard. Karena dekat banget, 15 menit kemudian kami sudah sampai. Karena tugasnya harus beli makanan asli Singapore di Food Opera, mau tidak mau kami menunggu sampai mal buka yaitu jam 10 pagi. Baru sadar kami sepertinya dirugikan waktu disiniL
Hanya menghabiskan 5 dolar pertama kami untuk membeli Laksa Singapore, kami mendapatkan amplop clue untuk landmark kedua kami. Sebuah tempat yang beratap mirip durian? Yah ini sih anak SD juga tahu, apalagi kalau bukan Esplanade. Mengambil jalur MRT Circle Line, kita sampai dengan cepat di Esplanade station. Disini nih yang lucu—mungkin karena tim kami terlalu cepat—kami kelilingi Esplanade 2 kali, tidak nemu LO landmark. Ngumpet dimana coba? Setelah hampir putus asa, ternyata secara ajaib LO landmark ada di depan pintu teater Esplanade, yang sudah kami lewati 2 kali. Taruhan deh, pasti LO landmark-nya baru sampe!!! Ah raja tega deh! Mikir lagi, sepertinya mencari-cari LO landmark Esplanade yang belum datang ini juga menghabiskan waktu kami L

sepertinya ini juga salah satu alasan kenapa kita kalah, LO kita Mr. Agiel lelet gitu jalannya *piss
Di sini kami diberi tugas mengambil brosur Esplanade Diary, membeli 1 souvenir khas Esplanade dan 3 kartupos Singapore. Selesai menyelesaikan tugas dalam waktu 7 menit, kami pun mendapatkan clue untuk landmark selanjutnya.

Karena Ibis di Singapore hanya ada di Novena dan Bencoolen, aku langsung tahu kemana harus menuju. Ibis Bencoolen bisa dicapai dengan MRT stasiun Bugis, dan mengingat di Bugis ada tuh yang namanya mal Bugis Junction, pastilah tempat ini tujuannya. Ternyata benar, di depan pintu masuk Bugis Junction kita menemukan LO landmark, dan diberi tugas untuk membeli 3 souvenir Singapore yang berbeda. Tugas selesai, lanjut ke clue landmark keempat.

ASTAGA ASTAGA, Ku De Ta??! Jelas aja yang dimaksud Marina Bay Sands. Yang jelas Ku De Ta itu ada di Sands Sky Park, tempat paling yahud di Marina Bay Sands. Gimana juga nggak tahu—setiap artis yang aku dan Trias suka—seperti Adam Lambert dll, pasti ngetweet tentang Marina Bay Sands dan Ku De Ta-nya yang terkenal, tiap mereka selesai dinner di sana. Artis aja terpesona sampai tweet tentang hotel ini tanpa dibayar, apalagi kami??!! YUHUUUUU... Menduga bisa naik ke Sands Sky Park gratisan—FYI tiket masuknya 20 SGD per orang—kami pun melaju ke Marina Bay Sands. Dipintu masuk Sands Sky Park, ternyata sudah menanti LO landmark. Lhooo, kok kamu ada disini yah? Harusnya tunggu kami di Ku De Ta gitu, di atas, bukan di bawah! Tapi gerutu kami tidak beralasan kok, karena tugas yang diberikan ternyata mengharuskan kami berfoto dengan latar belakang Marina Bay Sands Infinity Pool yang TOP banget itu. Ahahaa tambah semangat. Alhasil di landmark keempat inilah, kita menghabiskan waktu lamaaaaaa sekali, karena kebanyakan foto-foto. Wajarlah, karena landmark yang ini belum pernah aku dan Trias datangi.
sampai juga disini, gratisan pula XD
Landmark terakhir ada di Sentosa. Disinilah kebodohan kami dimulai. Apa karena sudah capek, atau terlalu terpesona dengan Sands Sky Park dan Marina Bay Sands Infinity Pool-nya, kita tidak bisa mengartikan clue dengan jernih. Terpaku pada kata get wet and wild, kami malah muter-muter Imbiah station, mencari wahana yang bisa buat badan basah. Sampai-sampai kami memutuskan mau naik bis ke Wavehouse Sentosa. Hahaaa LO kami Mr. Agiel sampai ketakutan kalo kami bakal naik bisa beneran, karena sebenarnya LO landmark Sentosa sedang menunggu kami dengan manis di depan pintu loket wahana Sentosa di Imbiah. OMG, jadi tim yang datang ke Imbiah paling pertama, kami malah jadi tim yang paling terakhir menemukan LO landmark. DODOL banget nggak sih??!! Meski kecewa, tapi yang terpenting kami bisa menyelesaikan semua tugas dengan baik.
Race hari itu pun selesai dan semua tim dan LO berkumpul di Imbiah. Dari situ kami digiring masuk ke The Merlion at Sentosa. Disini kita bisa menonton sejarah Singapore. Dan dapat koin untuk dimasukkan ke patung singa di dalam. Patung singa-nya mengeluarkan kartu mystery gift, hadiahnya sesuai dengan mystery gift yang tercantum. Aku mendapat mousepad yang bisa diselipkan foto di dalamnya, sedangkan Trias dapat kipas bergambar Merlion. Lalu kami semua juga naik lift ke atas kepala si Merlion, untuk melihat Sentosa dari atas ketinggian 37 meter. (The Merlion; Imbiah Lookout. Admission Fee : SGD 8 per adult, SGD 5 per child)
Selanjutnya kami mencoba Tiger Sky Tower. Tepatnya seperti kabin observasi yang naik ke atas ketinggian 131 meter dan kabinnya pun berputar sehingga kita bisa melihat Sentosa dari segala arah. (Tiger Sky Tower. Admission Fee : SGD 15 per adult, SGD 13 per child)
Desperados is next! Wahana ini mirip Perang Bintang di Dufan, hanya saja yang kita tembak di sini bukan robot-robot bergerak, melainkan layar yang menampilkan cuplikan film koboi. Tembaklah sebanyak-banyaknya untuk mendapatkan poin. Hebatnya tim kami dapat poin paling tinggi lho di wahana ini. (Desperados. Admission Fee: SGD 12 per person)

Wahana selanjutnya bikin aku dan Trias kegirangan. Skyline Luge! Karena inilah satu-satunya adrenalin yang ditawarkan para LO hehe.. Seru seru banget, memang tidak cukup sekali. Hampir mirip gokart, tanpa mesin, hanya kendaraan yang membawa kita menuruni jalan sepanjang 688 meter (Dragon Trail). Karena baru pertama kali, aku cenderung hati-hati mengendarainya, dan berakhir kalah! Hahaa yang penting have fun gan. Selesai mengendarai Luge, kita naik ke atas bukit lagi dengan kereta kabel yang disebut Skyride. Seru nih, semacam kereta kabel yang membawa kita naik ke atas bukit untuk main ski es, RING A BELL?? Saat Trias dan Gevita ketakutan di atas Skyride—karena kaki tidak menapak tanah mungkin—aku sih senang-senang aja. Mau berapa kali juga hayoo. (Skyline Luge Sentosa. Admission Fee for one way Skyride + Luge : SGD 12 per person)
Dan hari itu pun berakhir. Kita semua dinner di Food Republic Vivo City dan dapat jatah waktu bebas untuk jalan-jalan. Aku dan Trias memilih cabut ke Orchard Road cari tas Charles and Keith, Gevita pilih ke Chinatown; pastinya cari oleh-oleh murah, dan Dea plus partner-nya Andre mengaku ingin ke Geylang. Haahh serius, Geylang gitu? Dasar cowok.
Keesokan paginya, pemenang Race to #YourSingapore kemarin pun diumumkan. Dea dan Andre pemenangnya, dan berhak atas paket liburan 3 hari 2 malam di Singapore! Congratz! Aku dan Trias menempati tempat kedua, sayangnya tidak dapat hadiah XD Tapi sudah beruntung sekali bisa jadi finalis dan jadi bagian dari Race to #YourSingapore yang seruuuu banget. JUST BE GRATEFUL TO EVERYTHING YOU GOT GIRLS!! Itulah kata-kata penyemangat kami.
Pulang dengan hati bahagia, dan juga pertanyaan, ‘kapankah aku akan dapat free trip lagi? bagaimana jika ke USA? please God hear my pray. i wanna go to USA USA USA.’
Just dream and The Secret method will help you out XD
Untuk yang kedua kalinya, aku menang free trip ke Singapore. Menang kali pertama, sekitar November tahun lalu, dapat dari event Flying Fantasy yang diadakan kartu kredit HSBC AirAsia. Waktu itu, caranya cukup gesek 500rb untuk pesan 1 kursi pesawat dengan tujuan liburan ke Universal Studio Singapore gratis. Kebetulan waktu itu adikku pinjam kartu kreditku untuk beli BB. Nah, struk pembelian BB adikku itu yang aku daftarkan. Terus terang itu adalah jalan-jalan gratisan paling mudah yang pernah aku menangkan. Selain hanya dengan daftarin nomor struk, keluar modal pun enggak. Sampai sekarang sepertinya dia tidak tahu kalau BB-nya membawaku jalan-jalan gratis ke Universal Studio Singapore. *wink
2-4 Mei yang lalu aku kembali terdampar di Singapore secara cuma-cuma. Tapi kali ini menangnya tidak semudah di Flying Fantasy, karena @Singasik meminta peserta untuk membuat itinerary di situs mereka www.yoursingapore.com. Bikin itinerary-nya tidak bisa dibilang mudah lho, karena jika kita langsung ke form pembuatan itinerary, pilihan tempat dan event yang ada disitu sangat terbatas. Aku yang tidak suka ‘dibatasi’ dalam hal apapun, mention @Singasik dan tanya kenapa pilihan tempat yang bisa dimasukkan di itinerary itu sedikit. Untungnya adminnya baik, dia menjelaskan sebenarnya bisa ditambah dengan cara kunjungi yoursingapore.com, browsing tempat-tempat yang kita sukai, lalu masukkan tempat-tempat itu ke guide (kalau belanja istilahnya add to cart :p) Nah hasil kumpulan guide itu baru disusun jadi itinerary. Aku yang tipe pemilih dalam hal ikutan kuis, merasa yakin di kuis ini ada peluang, dan memutuskan ikut. Itinerary jadi, selanjutnya harus buat cerita sebanyak 500 karakter untuk mendukung itinerary. Ini juga ribet. 500 karakter itu dikit, udah gitu harus nyambung dengan itinerary 3 hari. Akhirnya selesai juga, dan aku submit deh. Seperti aku yang biasa, aku pede aja ikutan kuis menulis dengan submit hanya sekali. Beda seperti teman-teman menulis yang lain, mereka terkadang suka submit 3 naskah untuk kontes yang sama. Kalau aku biasanya menulis 1 saja, tapi yang terbaik.
Saat pengumuman Top 50, aku hepi bisa masuk dalam list. Perjuangan selanjutnya pun dimulai. Itu tuh, cari jempol cantengan buat voting hahaa... Untung aja kumpul 400 sekian likes (jangan tanya darimana). Tapi masih kalah dong sama jumlah voting yang aku dapat untuk kontes tiket Maroon 5 dari Surya Promild, 700 lebih likes (jangan juga ditanya dapat darimana :p)
Karena jumlah likes terbanyak nomor 2, aku masuk di Top 15. Disini tinggal nunggu pengumuman dari juri aja. Jempol-jempol cantengan itu tidak berlaku lagi. Disini nih penentuannya, aku juara jempol cantengan doang atau juara dimata juri.
Ternyata di tanggal 27 April 2011, selain jadi hari bahagia bisa ketemu langsung band hebat Maroon 5 dan kibordis hebat Jesse Carmichael (aku ngga paham juga nih kok penting amat menyebut nama Jesse di sini), aku dimention @Singasik jadi salah satu dari 3 finalis yang akan ikut Race to #YourSingapore di Singapore! Hepi banget! Dan yakin pasti acaranya akan seru, karena mirip-mirip Amazing Race, yang tidak pernah aku lewatkan tiap tayang di AXN (yah maklum hobiku sendiri jalan-jalan, meski sebatas jadi backpacker :D)
Cerita Race to #YourSingapore akan diposting segera yah:) Btw lucu juga dimention sama raditya dika karena menang kontes ini. Ya semoga rejeki gw bakalan sama seperti lo ya dit, mimpi jadi penulis tenar :D

Aku menghampiri Matt yang berdiri paling kiri. Agak nge-blank, tapi sepertinya kata-kata yang keluar dariku adalah, “Hi. hello.”
“Hi, nice to meet you,” jawab Matt.
Mungkin karena terlalu excited, aku bilang, “OMG, can i give you a hug?”
“Sure!”
Matt lalu membungkukkan badan untuk memeluk aku. Lalu di sebelahnya ada Jesse. Jesse merendahkan badannya untuk memeluk aku juga. Menurutku dia itu sweet banget.
“Hi, Jesse,” sapaku.
Dia menjawab dengan suara yang kalem banget, “Hi. Nice to meet you.”
Lalu aku geser ke depan Adam. “Hi, Adam!”
“Hi!” jawabnya dengan nada suara yang sama girangnya denganku. Dia mengulurkan tangan, untuk salaman kali maksudnya. Aku raih tangannya, lalu dia bungkukkan badannya untuk meluk aku juga. Buat yang penasaran, Adam itu sama sih seperti yang kita lihat di tv. Wajahnya keras cenderung eksotis, seperti dipahat gitu. Dia pakai kaos putih yang menonjolkan tato-tatonya yang gelap, juga otot tangannya. Tidak salah cewek2 sedunia tergila-gila sama dia --kecuali aku, aku ngga tergila-gila kok-- sex appeal-nya keluar banget XD. Tapi aku ngga minat berlama-lama sama Adam, dan langsung menuju James. Justru aku penasaran banget sama James. Tidak lain dan tidak bukan ya karena udah bertahun-tahun kupingku budek dengerin ceritanya Trias tentang James. Ini James itu James. Bahkan Trias --ngakunya nih, ga tau bener apa ngga—sampai nolak cowok karena James. Nama temenku ini aja udah berubah, karena dia keseringan nulis namanya Trias Valentine daripada Tri Astuti Oktavianti, nama lahirnya sendiri.
“Hi, James!” seruku. Dia menjawab,
“Hi, nice to meet you.” Lalu kita saling memeluk. James ini tipikal cowok bule banget. Tinggi, putih, dan rambut pirang gondrongnya sangat mencolok. Ngga tampan sih, tapi menarik. Apalagi kalau ingat permainan gitarnya di panggung. Dan julukan kutu buku-nya. Aduh beneran deh aku tuh ngga kreatif banget, karena waktu giliran Mickey pun teteppppp cuma bilang hi. Udah ngga konsen sepertinya, tidak percaya bisa ketemu mereka di depan mata.
Lalu Shawn menyuruh kita semua untuk foto. Aku nyempil di antara Jesse dan Adam. Trias dengan teganya bilang ke Mickey, “Hey Mickey, please back off. I want to stand next to James.”
Dengan geli Mickey bilang, “OOHH okay, James’s fan.” LOL

Shawn mengambil foto kita bertujuh 2 kali. Lalu aku bilang ke Shawn kalau aku ingin foto berdua dengan Jesse. “Okay, just Jesse!” serunya. Aduhh Shawn ini hobi teriak2 deh haha..
Lalu Jesse menarik aku ke di dinding, jauh dari keramaian di depan backdrop Java itu, dimana Trias lagi mengobrol sama James, sambil dikelilingi yang lain-lain. “Lets take picture here,” kata Jesse.



Kelar foto James buka kadonya yang dikasih Trias, dan keempat yang lain mengerubungi James dan Trias. Waktu lihat miniatur gitar di dalamnya, James bilang, “WOW.. this is the best gift i’ve ever got.” Lalu dia nyebut-nyebut nama Keith Richards. Mungkin gitar itu persis kepunyaannya Keith Richards kali yah. Yang jelas kenapa kita pilih Fender Telecaster mini itu, karena hasil gugling. Waktu kebingungan di toko miniatur gitar, kira-kira gitar yang dipakai James itu apa, aku tanya si mbah Google. Lalu nemu nama James di daftar Fender Artist, berikut jenis Fender yang dia pakai.
“I can only give you the replica, not the real one,” kata Trias sok imut.
James ketawa dan bilang, “You know, you’re my favorite girl so far.”
HALAHHH, heran juga si Trias ngga pingsan dengernya. Terus terang aku ngga nyangka James bisa bicara hal sweet ky gitu. Selanjutnya Jesse dan Adam mulai ngoceh ke James, “Okay, you got one.” Maksudnya pasti kado. Trias yang ngga tega, keluarin gelang dari sakunya dan kasih satu ke Jesse. Jesse bilang thanks dan kelihatan hepi, sambil merhatiin gelangnya yang ada charm gitar mini-nya.

Adam berseru lagi, “Oh, Jesse got one too.” Ya ampun, kepo banget sih si Adam hahaa.. Akhirnya gelang satu lagi Trias kasih ke Adam. Dia kelihatan excited, trus gelangnya diputar-putar, sambil tanya bagaimana sih pakainya. Jesse di sebelahnya ketawa dan tanya, bisa ngga sih makenya?
“I’m trying, I’m trying!!” kata Adam kocak. Padahal aku yakin sebenarnya Trias beli gelang2 itu buat James. Aku cuma hepi aja melihat mereka girang begitu. Karena kamera udah ditanganku lagi, aku ambil foto2 mereka. Rasanya momentous banget.


Kemudian Shawn teriak lagi, “Okay, you’ve all got your photos. Now scream!!!” Semuanya ketawa.
Trias protes, “Come on, we’re not kind of teenager...”
James dan Mickey lantas bilang, “OOOHHH.. okay then we’ll do the scream.” Lalu Mickey, Matt dan James teriak sahut-sahutan gitu yang kedengarannya seperti ‘AAAAA YUHUUUU AAAAA’. Hahaa kocak banget sumpah, kok malah artisnya yang screaming buat fans.
Setelah itu orang Java teriakin kita. “AYO udah udah! Kalau diterusin sih ngga habis-habis,” katanya. Antara bahagia dan sedih harus pisah, aku bilang ke Jesse, “Good luck with the concert okay.” Dia mengangguk dan menggumamkan sesuatu yang kedengaran seperti ‘thank you.’ Padahal aku tahu seharusnya bilang break a leg, katanya menyebut good luck sebelum pertunjukan malah tabu? Tapi ngga ngaruh kok, konsernya terbukti sukses berat. Hehe..
Kami berdua pun keluar ruangan. Tersadar kalau kita malah melupakan pahlawan kita yaitu Shawn Tellez. Lupa banget foto bareng Shawn. DAMN, mudah-mudahan lain waktu ketemu lagi ya Shawn. Akhirnya di luar aku sms Shawn dan bilang makasih untuk semua bantuannya.
Lalu salah satu mbak Java tanya kita, “Kok kalian biasa aja sih ketemu mereka?” Waduh abis mau gimana coba, mau nangis-nangis histeris udah bukan umurnya kali XD. Setelah itu kita ditaruh di tribun, ya gapapa yang penting bisa lihat mereka tampil. Lagipula tribunnya yang paling terdekat sama panggung. Di sini tempat mangkalnya James, makanya Trias girang banget. Tapi siksaan buat aku, karena Jesse tidak terlihat kecuali aku turun ke bawah dan lihat dia dari sela-sela sound system, menyedihkan banget pokoknya.
Pasti banyak blog yang cerita bagaimana serunya konser Maroon5. Jadi aku ga akan cerita lagi. Yang membuatku menulis lagi blog ini, karena cerita kami yang unik dan berbeda.
Saat konser selesai dan menunggu dijemput, aku dan Trias duduk di halte Gelora Bung Karno. Karena jaringan yang buruk selama di dalam Istora, saat itu barulah kami bisa buka twitter. Langsung buka profil Adam, karena tahu dia yang paling aktif ngetweet. Isinya diluar dugaan, dan sukses bikin Trias teriak-teriak kegirangan di halte.

Padahal waktu Adam pakai gelang itu di konser, kita pun udah senang banget. Ga sangka dia akan tweet juga. Ganti ke profil James, sepi. Pindah ke twitter-nya Jesse, ternyata ada tweet baru. Yang ini juga buat Trias teriak histeris, bahkan lebih keras daripada yang sebelumnya. Mungkin karena selain gitar miniaturnya difoto Jesse, ada pula bonus James di belakangnya LOL

Aduh rasanya kebahagiaan hari itu tidak habis-habis. Karena mention Twitter pun masuk di BB aku. Isinya ini :

Hallooooowww...
Wah, udah lama banget nih ngga nge-blog. Kena virus malas ala ibu rumah tangga nih kayaknya. Kalau browsing paling buka-buka online store, selain itu juga lagi cari peluang usaha yang cocok. Masa kita belanja melulu, mau ikut jualan juga dong. Nah gara-gara itu, jadi jarang nulis deh.
Btw kemarin temen ada yang minjemin DVD Boys Before Flowers. Tau sih serial ini, suka lihat iklannya di Indosiar. Awal lihat iklannya yang terlintas di kepala cuma satu, “Busyet dah nih cowok cantik-cantik amat.” Aku sih ga suka cowok cantik, aneh aja gitu ngeliatnya. Makin dewasa makin paham kalau cowok yang keren itu ya yang berbentuk LAKI-LAKI, bukan cowok cantik. Susah nih ngejelasinnya, mending kasih contoh aja. Coba lihat Mr. Gerard Butler. Tapi jangan pas dia jadi King Leonidas di 300 yah, manip banget tuh badannya. Lihat dia di PS : I Love You atau film barunya yang bentar lagi beredar, Ugly Truth. Nah, baru tuh namanya LAKI-LAKI. Balik ke iklan serial BBF, mikir lagi, “Kok mereka berempat terus yah? Kayak F4 aja. Lho kok satu ada yang mirip banget Jerry Yan? Kembarannya??”
Daripada penasaran iseng deh nonton sekali di Indosiar. Ternyata memang cowok-cowok cantik itu adalah F4, tapi versi Korea. Laku juga nih cerita komik Jepang Hana Yori Dango, semua negara ikutan bikin versi F4-nya masing-masing. Cuma Indonesia aja yang ngga ngaku, takut dituntut kali, soalnya ga beli hak ciptanya. Inget ngga sinetron yang judulnya Siapa Takut Jatuh Cinta. Indra L. Bruggman jadi Dao Ming Shi, Leony jadi San Chai-nya. Di tengah jalan banyak yang protes kalau sinetron itu nyontek Meteor Garden, abis setiap scene-nya sama. Produsernya ngeri kali yah beritanya sampe ke Jepang, akhirnya jalan ceritanya dibelokin sampai-sampai ga masuk akal, hingga akhirnya aku males ngikutin lagi. Wong si Leony ujung-ujungnya ma si Steve Immanuel, bukan ma Indra L. Bruggman. Yah itulah Indonesia, maklum..
Akhirnya di setiap waktu luang nyempetin nonton DVD BBF deh. Tapi ya gitu, sambil nonton sambil bandingin ma Meteor Garden. Kesimpulannya ini nih :
Kelebihan BBF:
Kekurangan BBF:
