Kamis, 09 Juni 2011

just published last week

Puisi : Gita Nuari


SEBUAH CATATAN


setelah yang ada tiada

aku baru mulai merasakan betapa hidup

adalah sebuah pergerakan. seperti angin

di kamarmu, datang mendinginkan dirimu

pergi memanaskan hatimu


meski kau dapat bernyanyi

tapi untuk siapa lagu itu

lelaki yang terpuruk di ujung jalan

barangkali ia penyebab engkau mengurung diri

di antara ada dan tiada

dan kau ingin menjelma jadi sebuah legenda

bagi masa seratus tahun ke depan

untuk dicatat, dilegendakan kembali

sebagai perempuan pendongeng bagi

para lelaki hidung belang


dan tanganmu yang berlumpur itu

menggambarkan sebuah peta pikiran yang

kusut. juga cincin di jarimu yang kau bilang

dari lelaki yang nekat mengikatmu

adalah janji semu yang mungkin akan terbakar

saat ia terkapar di atas ranjang milik

wanita lain


ya, mungkin aku takkan hadir

saat engkau merindukan sebuah taman

yang dapat membalut tubuhmu dari kepungan asap

yang memerihkan mata. tapi jalanmu telah mati

juga arah yang menuju taman itu telah tertutup

ilalang. dan kau tak mungkin menyibaknya dengan

tanganmu yang berlumpur itu, yang tiba-tiba

mengeras seperti batu


aku akan membiarkanmu lagi

sampai kau kembali jadi sebuah mimpi

yang kerap muncul dalam tidurku

membawa ranting kering dimana pada tangkainya

menggelantung bangkai pikiranku

yang tak sudi kau dengar sebelumnya.

Depok, 2011


MATAHARI DI JARI MANISMU


aku melihat di jari manismu matahari melingkar

seperti akar kehidupan yang dirindukan para

pecundang. tapi kau meninggalkan perahumu

begitu saja tanpa ikutan atau tonggak di pantai


pelangi menyepuh rambutmu. anak-anak mengarak

obor di jalan raya, membentuk iring-iringan

seperti burung bangau di atas awan nan kering

seperti mencari keabadian di antara belukar hidup

yang bergelombang


kuaminkan setiap langkah. kota-kota yang tergerus

di wilayah yang tandus mengulum wajah-wajah letih

biarlah keringatku menjadi lembaran surat

agar langkah tetap kembali ke rumah.

Depok, 2011


MENUAI BAYANGANMU


aku menuai bayanganmu dari dinding

pintu sampai ujung sungai. tak betah lagi aku

sebagai busa yang hanya bisa menyimpan

bayangmu sekejap. berilah aku langit sepotong

agar aku punya awan. berilah aku laut sepotong

agar aku punya gelombang


kini aku telah jadi tangkai di halaman

rumahmu. terayun-ayun oleh tingkah burung-

burung liar. aku ingin tertanam di dadamu

dengan air sungai yang terus mengalir

dari pori-porimu

maka aku akan tumbuh selalu di tubuhmu.

Depok, 2011


SEEKOR KUPU KUPU


seekor kupu-kupu terperangkap

di dalam komputer menabraki dinding monitor.

segelas kopi menyulap pagi jadi hitam,

seperti rambutmu yang engkau geraikan ke udara.


jam 9 aku harus ke rumah sakit, katamu. menjenguk orang-orang

yang kehilangan matahari.

aku titip slang infus dan oksigen.

jiwa ini begitu pengap

oleh propaganda kepalsuan, kataku.


langkahmu di teras tanpa jejak.

begitu cepat kehilangan bayang. kehadiran sering sungsang.

kopi hitam dalam gelas mengapungkan aroma gamang.

jalan-jalan dilintasi para pelayat nasib.

mereka meneriaki mimpinya

yang terbakar semalam.


sudah dapatkah slang infus

untuk jiwaku yang ikut terjebak di dalam komputer

kehidupan yang rancu ini?

Depok, 2011


source link here

Rabu, 18 Mei 2011

JUST SHARING : Don't Blame Me - Jesse Carmichael


this video is definitely worth to see, beautiful song





Saya coba searching untuk asal muasal lagu ini di google, tapi tidak bisa menemukan apa-apa. Ada beberapa lagu berjudul Don't Blame Me yang dinyanyikan beberapa artis lain, tapi jelas bukan lagu yang sama.

Karena Jesse tidak menjawab saat ditanya apakah lagu ini original miliknya sendiri, saya akan berasumsi kalau memang YA lagu ini ditulis oleh Jesse sendiri. Pede aja deh :p

He's my favorite member of Maroon 5 anyway. He is a genius. If you want to follow him on Twitter, you can follow this acc @JRCarmichael. All his tweets are inspiring, every little thing that comes from Jesse, amazingly AWESOME. He loves to share photos, and all photos are outstandingly EPIC too.

Go follow him guys :)

UPDATE : one day on twitter, i can't remember exactly when, Jesse finally confirmed that this song IS originally written by him. a fan asked and he answered 'this song is belong to me, and belong to everybody'

Okay i feel such a relief that he finally said so. I hope you guys enjoy this song as much as I do. Go support Jesse, he's such an amazing guy. <3<3

LIKE STRANGERS : Bob Moffatt & Clint Moffatt


Bob dan Clint yang merupakan kembar identik, paling hobi memperbarui nama, gaya, bahkan aliran musik mereka. Setelah The Moffatts bubar, mereka bergabung di band bernama Pusch, yang kemudian berganti nama lagi menjadi Hidell yang mengusung musik rock. Selanjutnya mereka mencoba pasar Asia dengan kembali menulis dan membawakan lagu-lagu manis pop rock sejenis The Moffatts di awal kemunculannya, dengan membawa bendara Same Same. Duo ini lalu berganti nama lagi menjadi Two Bullet Parade dan membawakan lagu country. Two Bullet Parade yang bahkan belum mengeluarkan album, sekarang ini menjadi Like Strangers, tetap dengan musik country.

Penampilan Like Strangers terakhir adalah showcase mereka di 12th & Porter, Nashville pada tanggal 12 April 2011 yang lalu.

Buat para penggemar Bob dan Clint yang mungkin sedang membaca blog ini (siapa tahu aja ada), dukung mereka yah. Tidak perlu kirim sms ke nomor 4 angka kok hehe, cukup bergabung di:

Like Strangers Official Facebook Page

Like Strangers Street Team Official Facebook Page

Like Strangers Street Team Website

Like Strangers Street Team Twitter Page

Dan berikut video dari Like Strangers. Berhubung mereka sedang menggalakkan kampanye perkenalan untuk Like Strangers (kemungkinan agar dapat record deal), please watch this video and help us reaching 10.000 views, thats our target. Dan mungkin setelah itu, Like Strangers bisa meluncurkan album mereka dansiapa tahu, showcase di Indonesia. Spread the word! Share the video link to your friends, and tell them to share about this awesome video to their friends as well. Teamwork makes it works, girls! Kalau kata presiden SBY, Bersama Kita Bisa! *smile




Like Strangers cover of Miranda Lambert's song 'The House That Built Me'

THE MOFFATTS : Now and Then

Setelah bubar, mereka membangun karir musik sendiri. Di bawah ini adalah rekapnya.

Scott Moffatt

Scott membentuk band bernama The Boston Post yang bermarkas di Ontario. Band ini menelurkan mini album bertitel Its 99PM di tahun 2003. Band ini pun mengalami nasib yang sama, yaitu bubar dan Scott hijrah ke Los Angeles dan membuat solo indie album, Allegory of The City (2006). Album ini tidak dijual bebas, namun bisa memesan di situsnya saat itu, yaitu scottmoffatt.com. Lagu-lagu dari album ini masih bisa dinikmati gratis di situs myspace-nya yaitu http://www.myspace.com/scottmoffattmusic. Mengunjungi Bob dan Clint yang saat itu sedang berada di Thailand (mereka mendapatkan record deal untuk grup baru mereka yaitu Same Same), Scott akhirnya menetap di Bangkok, Thailand sampai saat ini. Dia bekerja untuk Sony Music Thailand dan menjadi produser untuk band Slot Machine, Brand New Sunset dll. Scott mendapatkan penghargaan sebagai Producer of The Year di Thai Headbanger Awards 2011 untuk band Brand New Sunset. Selain menjadi produser, Scott masih bermain musik. Dia tampil beberapa kali bersama Tony Phee, band asal Thailand dan memainkan gitar di setiap penampilan mereka. Meski pernah pulkam ke Kanada dan memproduseri band ROADS asal Montreal, Scott tampaknya menikmati tinggal di Thailand. Saat ini pacarnya adalah Praewa Chirapravati Na Ayudha, drummer dari grup Yellow Fang asal Bangkok, Thailand, yang beranggotakan 3 cewek. Selain seorang drummer, Praewa juga seorang desainer dan DJ (disc jockey).

Scott di konser charity Live for Life Japan, 3 April 2011, Bangkok Thailand

Clint dan Bob Moffatt

Mungkin karena mereka kembar identik, mereka seperti tak terpisahkan. Selepas bubarnya The Moffatts mereka join dengan band bernama Pusch, yang kemudian ganti nama menjadi Hidell. Hidell punya satu album yaitu Up & Coming yang rilis di tahun 2003. Albumnya ini rilis di Indonesia juga kok. Selesai Hidell, Bob punya proyek singing contest di Thailand dengan TEFL International, semacam english course. Dia mengajak Clint hijrah ke Bangkok, dan mereka berhasil mendapatkan record deal untuk grup duo mereka yang baru, Same Same. Pastinya tidak lepas dari usaha Frank, ayah mereka, yang saat itu bekerja di Bectero, perusahaan raksasa entertainment di Bangkok. Dengan album Meaning of Happy (2006) Same Same sukses dan bahkan sempat mengunjungi Indonesia, serta membuat singel duet bersama Audy, yaitu Without You. Sayangnya Same Same hanya bertahan untuk 1 album dan selanjutnya Bob dan Clint berganti nama menjadi Two Bullet Parade dan beralih ke musik awal karir mereka, yaitu country. Dan juga pulang kampung ke Kanada. Sayangnya Two Bullet Parade tidak mengeluarkan album (tidak berhasil mendapatkan record deal??), tapi myspace mereka memiliki banyak penggemar. Sekarang ini Bob dan Clint kembali mengganti nama mereka menjadi Like Strangers, duo yang menyanyikan lagu-lagu country. Tentang Like Strangers akan aku ceritakan di posting berikutnya. Saat ini Bob dan Clint tinggal di Nashville, Tennese. FYI (meski tidak penting sebenarnya) pacar Bob saat ini adalah Amanda Zieschang, seorang cewek kuliahan. Sedangkan pacar Clint adalah Jalayne Tradler, seorang penyanyi country.

Bob dan Clint di showcase Like Strangers 12 April 2011, di 12th & Porter, Nashville Tennesse

Dave Moffatt

Paling misterius di antara mereka berempat tentunya Dave. Setelah mengakui bahwa dirinya adalah gay, Dave sempat mengikuti Canadian Idol, semacam American Idol-nya Kanada. Aku kurang setuju nih waktu tahu Dave ikutan kontes ini. Dia kan sudah jadi bintang yah, seharusnya tidak perlu ikutan kontes menyanyi untuk orang-orang awam. Dengan skill musikalisasinya yang baik, sebenarnya Dave bisa memulai sendiri karir musiknya. Langkah tidak populer ini ternyata berujung pada Dave yang hanya bisa masuk Top 32 di Canadian Idol. Dave juga muncul dengan foto-foto semi nude-nya untuk satu situs gay. Lalu Dave diberitakan pula bekerja sebagai karaoke host di 2 bar gay di Kanada. Selain itu Dave juga mencoba memulai karir musiknya kembali, dengan membentuk band bernama Lights Out Love (2007). Band ini tidak mengeluarkan album apapun, meski memperdengarkan lagu-lagu mereka di halaman myspace. Saat ini Dave dikabarkan kuliah dan mengambil jurusan yang berhubungan dengan lingkungan hidup serta tinggal di Toronto, Kanada dengan pasangannya Rainer Zhang. Dave adalah satu-satunya Moffatt yang tidak memiliki akun di facebook. Dulu sih punya, tapi tahun lalu Dave dan Rainer bareng-bareng menghapus akun facebook mereka tanpa alasan yang jelas.


foto terakhir Dave yang bisa ditemukan

Yup, itulah cerita dari masing-masing personel The Moffatts sekarang ini. Kalau buat posting blog seperti ini, agak-agak mirip wikipedia jadinya ya :D

THE MOFFATTS : The Story

It’s really a good idea to start writing about my fave –oldschool- band, The Moffatts.

Sudah jadi rahasia umum sepertinya bahwa saat aku ABG dulu, aku suka banget sama The Moffatts, band asal Kanada. Sangat disayangkan mereka disbanded di tahun 2001, disaat fans percaya bahwa mereka benar-benar band bagus dan berbakat, dan bisa meraih kesuksesan luar biasa nantinya. Fakta dan gosip bercampur kenapa mereka bisa bubar. Namun berspekulasi pun percuma, sudah beneran bubar sih. Dan tampaknya dalam waktu dekat mereka pun tidak akan reuni.

The Moffatts beranggotakan Scott Andrew Moffatt (anak pertama dari pasangan Frank dan Darlana), juga si kembar tiga Clinton Thomas John Moffatt (Clint), Robert Franklin Peter Moffatt (Bob) dan David Michael William Moffatt (Dave). The Moffatts mulai tampil di hadapan publik tahun 1990, di saat umur mereka masih sekitar 6-7 tahun. Setelah mengikuti berbagai macam festival,mereka berhasil menandatangani kontrak rekaman dan mengeluarkan album mereka yang bertitel The Moffatts. Di album ini mereka masih bermain di genre musik country.

Ingin lebih diterima penggemar, mereka meluncurkan album kedua yang bergenre pop-rock bertitel Chapter 1: A New Beginning di tahun 1998. Mereka menulis lagu dan memainkan alat musik mereka sendiri di album ini. Album ini terjual lebih 2 juta kopi di seluruh dunia dan mengeluarkan hits seperti Miss You Like Crazy, I’ll Be There For You, dll. Mereka sukses berat dengan album Chapter 1, namun belum berhasil menembus pasar Amerika. Karena itulah mereka mencoba menggebrak Amerika Serikat dengan mengeluarkan album berjudul Submodalities di tahun 2000, dan menggandeng Bob Rock sebagai produser. Bob Rock ini produsernya Metallica dan Bon Jovi, karena itulah mengapa lagu-lagu Submodalities agak lebih nge-rock dibandingkan lagu-lagu mereka sebelumnya. Dan penampilan mereka pun tidak semanis mereka di album Chapter 1: A New Beginning, dengan bergaya ala rockstar sampai sengaja menumbuhkan cambang dan jenggot (untung nggak kumisan! :D). Submodalities menelurkan hit single seperti Bang Bang Boom, Just Another Phase, dll.

Sekitar Agustus 2001 mereka mengumumkan bubarnya mereka. Berita yang beredar menyebutkan bahwa Scott yang memutuskan pembubaran ini, karena kerja keras mereka kurang mendapat respon baik dari kritikus dan pecinta musik, dengan terus menganggap bahwa The Moffatts hanyalah boyband. Hmmm, aku sih (agak) tidak mempercayai alasan ini. Scott sangat berdedikasi pada musik, music is his passion. Jadi menurutku, anggapan apapun tidak akan menyurutkan niatnya untuk terus bermusik, jadi alasan ini (agak) kurang tepat.

Berikutnya terjadi kehebohan saat Dave muncul di acara Entertainment Tonight Canada, menyatakan bahwa bubarnya The Moffatts karena ketegangan yang terjadi pada dirinya dan ayah mereka, Frank – yang tidak bisa menerima fakta bahwa dirinya adalah seorang gay. Disini Dave juga bilang ayah-nya lah yang bersikeras membentuk The Moffatts dan menggunakan anak-anaknya untuk mewujudkan mimpinya itu (entah ini benar atau tidak, aku pun no comment). Frank menyangkal tentu saja, dan bilang Scott yang menginginkan bermusik dan mewujudkan The Moffatts (yang ini aku percaya, karena memang Scott sangat mencintai musik :D)

Dan itulah rekapitulasi dari masa jaya The Moffatts. Kelanjutan cerita setelah mereka bubar, cek postingan-ku berikutnya.




my fave The Moffatts song

Sabtu, 14 Mei 2011

BOOK REVIEW : Mari Bicara


Buku ini sebenarnya sudah lama terbitnya, tapi ya maklum aku jarang update blog, baru sempat iklan disini :p Kenapa di-iklan-kan? Karena aku menyumbang tulisan di buku ini (sedikitttt, tapi).

Mari Bicara berisi 100 cerita mengenai kisah menjalin komunikasi dari 100 penulis yang tersebar di seluruh Indonesia (aku salah satunya). Penulis cerita di dalam buku ini adalah para pemenang dari lomba menulis tentang problem pasangan (boleh yang masih pacaran ataupun sudah berumah tangga) dan kekuatan komunikasi sebagai cara terbaik untuk menengahi masalah. Tidak dipungkiri memang, apapun masalahnya, komunikasi yang baik menjaga hubungan tetap kokoh berdiri. Komunikasi yang tidak baik, sebaliknya membuat hubungan menjadi memburuk, karena ucapan-ucapan yang kita lontarkan pada pasangan saat emosi, kebanyakan tidak bermaksud dikatakan, namun lebih pada keinginan untuk menyakiti dan menyindir ego pasangan.

100 kisah disini datang dari berbagai macam kalangan. Ada istri tukang becak, istri yang juga wanita karier, dll. Kisah-kisahnya unik, lucu, dan menggugah hati. Yang terpenting dari membaca buku ini, kita bisa mengambil hikmah, pelajaran, kesimpulan atau apapun itu; yang bisa kita coba terapkan untuk diri kita sendiri dan pasangan. Dari pasangan, untuk pasangan.

Jika pernah membaca buku-buku serial Chicken Soup, ya buku ini sejenis lah. Yang membedakan kisah-kisahnya Indonesia asli, dan pelajaran yang bisa diambil sesuai dengan lingkup budaya kita, sehingga lebih kena di hati. Selain itu ada juga kisah-kisah serupa dari selebriti yang tentunya menarik untuk dibaca.

Bisa dibilang ini sumbanganku di dunia yang terdekat dengan posisiku saat ini, yaitu jadi ibu rumah tangga yang baik, yang mengurus suami dan anak. Tapi kalau STAY YOUNG AT HEART tidak apa-apa kan ya? Aku suka bagian diriku yang kadang sengaja menceburkan diri ke dunia remaja. Sekarang ini aku sedang menggodok ide menulis teenlit, bahkan. Doakan cepat selesai dong. Terima kasih. Hehe.



Judul Buku : Mari Bicara
Berat : 320gr
Ukuran : 13,5 x 20 cm
Tahun : 2010
Halaman : 356
Penerbit : Gramedia Pustaka Utama
Harga : Rp. 45.000


suasana saat launching buku. tebak aku yang mana?

Oh ya ada iklan TV juga yang dibuat untuk peluncuran buku ini, dan kebetulan aku diajak untuk tampil di iklan-nya. My first TV commercial yess. Kalau mau lihat klik disini yah.

Senin, 09 Mei 2011

Yang Tertinggal : sudah dimuat belum dipublish


Puisi Gita Nuari


RENCANA

sudah kau semir sepatumu. tapi diluar

hujan akan melunturkan semua lapisan semu

kenapa harus ketemu jam 9 pagi? bukankah

lebih baik jam segitu ada dibalik meja kerja

merenungkan masa depan yang monoton

lalu merubahnya dengan menu kerja

yang lebih baik. lalu kita berdemo

di sepanjang kota, menyumbat perekonomian

para pelipat nasib kita?


anak-anak kita rajin mengacungkan tangan

di kelas, menuding gurunya malas tersenyum

mereka merasa kepalanya dijejali tumpukan cita-cita

sebuah masa depan yang belum jelas, bisa

terbang seperti pesawat. ah, anak-anak kita

adalah simbol kehidupan. akar rumah tangga

yang spesifik. kenapa harus kita kenakan

mereka baju perang di dalam rumah?


Depok, 2010


RUMPUT

rumput-rumput setiap hari menyimpan

jejak orang yang menginjaknya. hujan

hanya membasuh, tak bisa mengasuh

maka ketika kita butuh sinar surya,

rumput-rumput menyulapnya jadi duri

dipunggung dan dikaki kita


seseorang menulis namanya di batu

berharap ada yang mengenalinya sebagai

pejantan yang tak pernah kalah. tetapi

di dalam saku hatimu, pejantan itu, tak lebih

hanya sebuah kepompong

yang tak punya ruang


Depok, 2010


TAMAN

di taman ini burung-burung bersayap besi

bunga-bunga membusuk di tong sampah

ada jejak berdarah di dalam tas, aromanya

menyebar di seantero jamban. cinta lumpuh

digerus kegelapan sepanjang tahun


ada rindu mengering di ujung jembatan

orang-orang saling bertepuk tangan

orang-orang saling mengucap salam

tapi dimatamu, lagi-lagi matahari meledak, jadi

serpihan yang mengganggu langkah menuju peradaban.


Depok, 2010


KABAR

kabarmu sekarang ada di benua biru

tiap pagi kotamu diguyur badai salju

burung-burung sangat malas berkicau

cuaca mengukung dan mengurung

kau sendiri merasa hidup dalam tempurung


dari jendela kau hanya bisa melihat

duniamu hilang warna, memutih seperti

timbunan kapas. kulitmu bersisik karena

dingin yang menggigit. ingatkan bahwa

di lembang aku juga merasakan hatimu?


indonesia negeri kita, tanah air moyang

kita. seburuk apapun negeri ini, aku akan

beranak pinak di sini. menuai kehidupan

dengan kepala tegak. merajut mimpi-mimpi

dengan cahaya keyakinan dan kepercayaan.


Depok, 2010


KAKU

diterik paling rawan, aku dingin melihatmu

membiarkanmu jadi bulan-bulanan waktu

tak ada jembatan kau langkahi, tak ada

bukit terjal kau tapaki. hidupmu layaknya

kayu yang dimakan rayap. pohon yang

meranggas dimamah cuaca. kakimu selalu

terbenam di lumpur paling kental, tanganmu

diborgol kerangkeng kehidupan. ada api

tapi kau tak membakarnya, ada arus

tapi kau tak mengayuhnya ke arah yang benar

dunia apa yang sedang kau bangun, saudaraku?


kau lihat, laut kian mengecilkan daratan!


Depok, 2010

Minggu, 08 Mei 2011

Race to #YourSingapore : MARINA BAY SANDS SKYPARK POOL

Keberuntungan memihak tim kami (aku dan Trias) saat ikutan Race to #YourSingapore yang diadakan Singapore Tourism Board tanggal 2-4 Mei yang lalu. Disaat tim lain mendapatkan task untuk berfoto di Observation Deck Sands Sky Park, tim kami ditugaskan berfoto dengan latar belakang kolam renangnya yang keren banget.

Menurut situsnya, Marina Bay Sands SkyPark Pool itu :

the 150-meter infinity swimming pool, the world’s largest outdoor pool at that height. The use of this facility is available to hotel guests only but members of the public will be able to access and view part of the swimming pool deck adjacent to thePublic Observation Deck.

Aku tahu banget kolam renang SkyPark itu hanya diperuntukkan tamu hotel saja. Mikir sih, gimana caranya kami bisa masuk ke situ, apalagi foto-foto? Ternyata saat kami sampai di atas, tim kami disambut oleh Bhavna Moolani, sepertinya PR dari Marina Bay Sands, dan juga satu orang fotografer. Mereka ini yang antar kita ke swimming pool, sehingga kita bisa foto-foto di sana. Haseeekk, kapan lagi bisa lihat dan foto-foto di swimming pool-nya, tanpa harus jadi tamu hotel :D Nyengir abis pokoknya.

Ini sedikit foto yang kami ambil di area Sands SkyPark Swimming Pool.

superb swimming pool


tampak koridor



sayang waktu terbatas, sedang Race gitu loh. kalau enggak kita pasti nyeburrrr



ini landmark keempat kami di Race to #YourSingapore



ada jacuzzi dengan pemandangan laut seperti ini, aku bakalan betah deh mandi berjam-jam


Maunya sih lain waktu bisa coba berenang di sini:p Oh ya ini foto kami di Observation Deck SkyPark-nya.


Esplanade di bawah sana


Marina Bay view


Marina Bay Sands Sky Park Entrance Fee:
Adult : SGD 20
Children : SGD 14 (between 2 - 15 years)
Senior : SGD 17 (aged 55 years and above)
Swimming Pool : Marina Bay Sands hotel guest only

To get there : turun MRT Marina Bay (NS27) lalu bisa naik bis dari bus stop di depan stasiun MRT. Turun di bus stop selanjutnya yaitu tepat di belakang gedung The Shoppes at Marina Bay Sands. Menyebrang ke Marina Bay Sands Hotel dan jalan ke tower nomor tiga. Mau jalan kaki dari MRT Marina Bay ke Marina Bay Sands juga bisa, tapi lumayan pegel apalagi jika matahari sedang diskon, terik banget :p