Sabtu, 30 April 2011

MAROON 5 IN JAKARTA: THESE ARE THE MOMENTS


Bagi yang udah baca blog ini sebelum aku posting cerita di bawah ini, pasti heran ada 2 blog post tentang Maroon 5 aku yg aku hapus. Semuanya demi kebaikan bersama. Tapi tetap mau mengucapkan terima kasih untuk seseorang, yang sangat baik hati mempertemukan aku dan Trias dengan Maroon 5.

27 April 2011--the day will never be forgotten.

Di dalam, mereka berlima berdiri berjejer di depan 2 banner Java Musikindo. Matt paling kiri, lalu Jesse di sebelahnya, paling tengah Adam, James setelah itu, dan Mickey yang berdiri paling kanan. Semuanya bule, putih dan tinggi2 banget (ya iyalah!). Aku sempat memegang pipiku dengan kedua tangan dengan rasa tidak percaya. Mereka yang diam gitu, mungkin nunggu kita histeris atau apa. Tapi ya nggak-lah, aku kan bukan abg lagi. Lagipula, kalau yang seharusnya histeris itu ya Trias, karena dia yang suka band ini sejak awal muncul, bahkan ngaku jatuh cinta sama James Valentine, gitarisnya.

Aku menghampiri Matt yang berdiri paling kiri. Agak nge-blank, tapi sepertinya kata-kata yang keluar dariku adalah, “Hi. hello.”

“Hi, nice to meet you,” jawab Matt.

Mungkin karena terlalu excited, aku bilang, “OMG, can i give you a hug?”

“Sure!”

Matt lalu membungkukkan badan untuk memeluk aku. Lalu di sebelahnya ada Jesse. Jesse merendahkan badannya untuk memeluk aku juga. Menurutku dia itu sweet banget.

“Hi, Jesse,” sapaku.

Dia menjawab dengan suara yang kalem banget, “Hi. Nice to meet you.”

Lalu aku geser ke depan Adam. “Hi, Adam!”

“Hi!” jawabnya dengan nada suara yang sama girangnya denganku. Dia mengulurkan tangan, untuk salaman kali maksudnya. Aku raih tangannya, lalu dia bungkukkan badannya untuk meluk aku juga. Buat yang penasaran, Adam itu sama sih seperti yang kita lihat di tv. Wajahnya keras cenderung eksotis, seperti dipahat gitu. Dia pakai kaos putih yang menonjolkan tato-tatonya yang gelap, juga otot tangannya. Tidak salah cewek2 sedunia tergila-gila sama dia --kecuali aku, aku ngga tergila-gila kok-- sex appeal-nya keluar banget XD. Tapi aku ngga minat berlama-lama sama Adam, dan langsung menuju James. Justru aku penasaran banget sama James. Tidak lain dan tidak bukan ya karena udah bertahun-tahun kupingku budek dengerin ceritanya Trias tentang James. Ini James itu James. Bahkan Trias --ngakunya nih, ga tau bener apa ngga—sampai nolak cowok karena James. Nama temenku ini aja udah berubah, karena dia keseringan nulis namanya Trias Valentine daripada Tri Astuti Oktavianti, nama lahirnya sendiri.

“Hi, James!” seruku. Dia menjawab,

“Hi, nice to meet you.” Lalu kita saling memeluk. James ini tipikal cowok bule banget. Tinggi, putih, dan rambut pirang gondrongnya sangat mencolok. Ngga tampan sih, tapi menarik. Apalagi kalau ingat permainan gitarnya di panggung. Dan julukan kutu buku-nya. Aduh beneran deh aku tuh ngga kreatif banget, karena waktu giliran Mickey pun teteppppp cuma bilang hi. Udah ngga konsen sepertinya, tidak percaya bisa ketemu mereka di depan mata.

Lalu Shawn menyuruh kita semua untuk foto. Aku nyempil di antara Jesse dan Adam. Trias dengan teganya bilang ke Mickey, “Hey Mickey, please back off. I want to stand next to James.”

Dengan geli Mickey bilang, “OOHH okay, James’s fan.” LOL

Shawn mengambil foto kita bertujuh 2 kali. Lalu aku bilang ke Shawn kalau aku ingin foto berdua dengan Jesse. “Okay, just Jesse!” serunya. Aduhh Shawn ini hobi teriak2 deh haha..

Lalu Jesse menarik aku ke di dinding, jauh dari keramaian di depan backdrop Java itu, dimana Trias lagi mengobrol sama James, sambil dikelilingi yang lain-lain. “Lets take picture here,” kata Jesse.

Jesse! omg Jesse!! sweetest guy on earth

Trias masih aja sibuk ngobrol sama pujaannya bertahun-tahun alias James. Aku yang berdiri di sebelah Adam, berpikir kenapa juga gitu ada Adam Levine dianggurin. Aku tarik aja tangannya dan minta foto bareng. Shawn berseru lagi, “Yup, perfect!” Baru sadar pas lihat hasil fotonya, ada Matt jadi background di belakang fotoku sama Adam. Menurut Trias, Matt berpose seperti itu sambil teriak, “HAPPY!!!” Haahaaa kocak banget sih. Trias dan James ketawa-ketawa, mungkin menertawakan Matt, meski Trias yakin sebenarnya mereka berdua menertawakan aku. Karena Trias bilang, “OMG look at Gita. She’s very happy!”

background-nya EPIC! silly Matt!


Sehabis itu, Trias yang foto bareng James.

temenku ini terlalu excited kynya smp merem2

Kelar foto James buka kadonya yang dikasih Trias, dan keempat yang lain mengerubungi James dan Trias. Waktu lihat miniatur gitar di dalamnya, James bilang, “WOW.. this is the best gift i’ve ever got.” Lalu dia nyebut-nyebut nama Keith Richards. Mungkin gitar itu persis kepunyaannya Keith Richards kali yah. Yang jelas kenapa kita pilih Fender Telecaster mini itu, karena hasil gugling. Waktu kebingungan di toko miniatur gitar, kira-kira gitar yang dipakai James itu apa, aku tanya si mbah Google. Lalu nemu nama James di daftar Fender Artist, berikut jenis Fender yang dia pakai.

“I can only give you the replica, not the real one,” kata Trias sok imut.

James ketawa dan bilang, “You know, you’re my favorite girl so far.”

HALAHHH, heran juga si Trias ngga pingsan dengernya. Terus terang aku ngga nyangka James bisa bicara hal sweet ky gitu. Selanjutnya Jesse dan Adam mulai ngoceh ke James, “Okay, you got one.” Maksudnya pasti kado. Trias yang ngga tega, keluarin gelang dari sakunya dan kasih satu ke Jesse. Jesse bilang thanks dan kelihatan hepi, sambil merhatiin gelangnya yang ada charm gitar mini-nya.

aduh jangan mupeng gitu dong mas adam

Adam berseru lagi, “Oh, Jesse got one too.” Ya ampun, kepo banget sih si Adam hahaa.. Akhirnya gelang satu lagi Trias kasih ke Adam. Dia kelihatan excited, trus gelangnya diputar-putar, sambil tanya bagaimana sih pakainya. Jesse di sebelahnya ketawa dan tanya, bisa ngga sih makenya?

“I’m trying, I’m trying!!” kata Adam kocak. Padahal aku yakin sebenarnya Trias beli gelang2 itu buat James. Aku cuma hepi aja melihat mereka girang begitu. Karena kamera udah ditanganku lagi, aku ambil foto2 mereka. Rasanya momentous banget.


Setelah itu Shawn memberikan foto mereka yang sudah ditandatangani ke aku dan Trias. Ini dia bentuknya.


Kemudian Shawn teriak lagi, “Okay, you’ve all got your photos. Now scream!!!” Semuanya ketawa.

Trias protes, “Come on, we’re not kind of teenager...”

James dan Mickey lantas bilang, “OOOHHH.. okay then we’ll do the scream.” Lalu Mickey, Matt dan James teriak sahut-sahutan gitu yang kedengarannya seperti ‘AAAAA YUHUUUU AAAAA’. Hahaa kocak banget sumpah, kok malah artisnya yang screaming buat fans.

Setelah itu orang Java teriakin kita. “AYO udah udah! Kalau diterusin sih ngga habis-habis,” katanya. Antara bahagia dan sedih harus pisah, aku bilang ke Jesse, “Good luck with the concert okay.” Dia mengangguk dan menggumamkan sesuatu yang kedengaran seperti ‘thank you.’ Padahal aku tahu seharusnya bilang break a leg, katanya menyebut good luck sebelum pertunjukan malah tabu? Tapi ngga ngaruh kok, konsernya terbukti sukses berat. Hehe..

Kami berdua pun keluar ruangan. Tersadar kalau kita malah melupakan pahlawan kita yaitu Shawn Tellez. Lupa banget foto bareng Shawn. DAMN, mudah-mudahan lain waktu ketemu lagi ya Shawn. Akhirnya di luar aku sms Shawn dan bilang makasih untuk semua bantuannya.

Lalu salah satu mbak Java tanya kita, “Kok kalian biasa aja sih ketemu mereka?” Waduh abis mau gimana coba, mau nangis-nangis histeris udah bukan umurnya kali XD. Setelah itu kita ditaruh di tribun, ya gapapa yang penting bisa lihat mereka tampil. Lagipula tribunnya yang paling terdekat sama panggung. Di sini tempat mangkalnya James, makanya Trias girang banget. Tapi siksaan buat aku, karena Jesse tidak terlihat kecuali aku turun ke bawah dan lihat dia dari sela-sela sound system, menyedihkan banget pokoknya.

Pasti banyak blog yang cerita bagaimana serunya konser Maroon5. Jadi aku ga akan cerita lagi. Yang membuatku menulis lagi blog ini, karena cerita kami yang unik dan berbeda.

Saat konser selesai dan menunggu dijemput, aku dan Trias duduk di halte Gelora Bung Karno. Karena jaringan yang buruk selama di dalam Istora, saat itu barulah kami bisa buka twitter. Langsung buka profil Adam, karena tahu dia yang paling aktif ngetweet. Isinya diluar dugaan, dan sukses bikin Trias teriak-teriak kegirangan di halte.

Padahal waktu Adam pakai gelang itu di konser, kita pun udah senang banget. Ga sangka dia akan tweet juga. Ganti ke profil James, sepi. Pindah ke twitter-nya Jesse, ternyata ada tweet baru. Yang ini juga buat Trias teriak histeris, bahkan lebih keras daripada yang sebelumnya. Mungkin karena selain gitar miniaturnya difoto Jesse, ada pula bonus James di belakangnya LOL

Aduh rasanya kebahagiaan hari itu tidak habis-habis. Karena mention Twitter pun masuk di BB aku. Isinya ini :

HOREEE!! Terpilih jadi finalis Race to #YourSingapore! Jadi Senin tanggal 2 Mei ini aku dan Trias akan berangkat ke Singapore untuk lomba ala Amazing Race disana! Pastinya seru deh. Nanti aku posting di blog juga ceritanya dehJ

Jumat, 29 April 2011

sangat tidak produktif

iya, karena udah 2 tahun ga nulis disini. padahal banyak sekali kejadian yang seru dalam hidupku. aku berjanji, mulai hari ini akan menulis lagi di sini. ga hanya sibuk di social media aja.

welcome back, Gita!

Jumat, 14 Agustus 2009

Boys Before Flowers atau Meteor Garden??


Hallooooowww...

Wah, udah lama banget nih ngga nge-blog. Kena virus malas ala ibu rumah tangga nih kayaknya. Kalau browsing paling buka-buka online store, selain itu juga lagi cari peluang usaha yang cocok. Masa kita belanja melulu, mau ikut jualan juga dong. Nah gara-gara itu, jadi jarang nulis deh.

Btw kemarin temen ada yang minjemin DVD Boys Before Flowers. Tau sih serial ini, suka lihat iklannya di Indosiar. Awal lihat iklannya yang terlintas di kepala cuma satu, “Busyet dah nih cowok cantik-cantik amat.” Aku sih ga suka cowok cantik, aneh aja gitu ngeliatnya. Makin dewasa makin paham kalau cowok yang keren itu ya yang berbentuk LAKI-LAKI, bukan cowok cantik. Susah nih ngejelasinnya, mending kasih contoh aja. Coba lihat Mr. Gerard Butler. Tapi jangan pas dia jadi King Leonidas di 300 yah, manip banget tuh badannya. Lihat dia di PS : I Love You atau film barunya yang bentar lagi beredar, Ugly Truth. Nah, baru tuh namanya LAKI-LAKI. Balik ke iklan serial BBF, mikir lagi, “Kok mereka berempat terus yah? Kayak F4 aja. Lho kok satu ada yang mirip banget Jerry Yan? Kembarannya??”

Daripada penasaran iseng deh nonton sekali di Indosiar. Ternyata memang cowok-cowok cantik itu adalah F4, tapi versi Korea. Laku juga nih cerita komik Jepang Hana Yori Dango, semua negara ikutan bikin versi F4-nya masing-masing. Cuma Indonesia aja yang ngga ngaku, takut dituntut kali, soalnya ga beli hak ciptanya. Inget ngga sinetron yang judulnya Siapa Takut Jatuh Cinta. Indra L. Bruggman jadi Dao Ming Shi, Leony jadi San Chai-nya. Di tengah jalan banyak yang protes kalau sinetron itu nyontek Meteor Garden, abis setiap scene-nya sama. Produsernya ngeri kali yah beritanya sampe ke Jepang, akhirnya jalan ceritanya dibelokin sampai-sampai ga masuk akal, hingga akhirnya aku males ngikutin lagi. Wong si Leony ujung-ujungnya ma si Steve Immanuel, bukan ma Indra L. Bruggman. Yah itulah Indonesia, maklum..

Akhirnya di setiap waktu luang nyempetin nonton DVD BBF deh. Tapi ya gitu, sambil nonton sambil bandingin ma Meteor Garden. Kesimpulannya ini nih :

Kelebihan BBF:

  1. Pertama kali nonton langsung melotot lihat wardrobe-nya. Aduh itu fashion Korea ga nahan deh. Setiap kali nonton bisa drooling liat baju, sepatu, sampe aksesorisnya. Suka ngoceh gini, “ I would kill for that bootssss!!” Sayangnya Meteor Garden ngga sekeren ini wardrobe-nya.
  2. Keluarganya Gu Jun Pyo bener-bener kelihatan nih kaya-nya. Coba lihat episode Geum Jan Di diculik Jun Pyo ke New Caledonia, dia sampai diajak naik pesawat dan helikopter pribadi. Bahkan kapal ferry yang ada dipantai bernamakan Shinwa, perusahaan keluarganya Jun Pyo. Coba lihat juga mobil-mobil sport milik F4 yang kinclong abis. Meteor Garden kalah nih dipoin ini. Gedean modalnya BBF kali yah.
  3. Kim Bum. Kok Kim Bum?? Iya, jujur aja deh, Ken Zu memerankan peran Xi Men di Meteor Garden, kalau Kim Bum memerankan tokoh yang sama bernama Yi Jeong di BBF. Tapi pesonanya Kim Bum kelewat parah nih, sebagai playboy dia cocok banget. Ken Zu kalah berat nih, maap ya mas..
  4. BBF nambah banyak scene nih. Jadi ceritanya lebih mendetail disini. Contohnya di Meteor Garden pertandingan antara Dao Ming Shi dan Hua Ce Lei cuma basket aja, tapi di BBF dibuat 3 ronde, ada berkuda, racing dan berenang. Bagi yang ngefans sih girang nih ada lebih banyak scene melototin Lee Min Ho.

Kekurangan BBF:

  1. Geum Jan Di itu kurang miskin dan kurang menderita. Masa keluarganya punya usaha laundry dibilang miskin? Trus baju, aksesoris, winter coat yang dia pakai itu, ngga nunjukin dia miskin. Abis keliatan mahalnya, ganti-ganti pula. Coba lihat San Chai, pakaiannya biasa banget alias keliatan emang orang susah. Masalah kurang menderita, San Chai sampai babak belur n berdarah-darah dihajar pendukung F4 waktu difitnah bermalam ma bule di hotel. Geum Jan Di cuma dilemparin telur ma tepung bow.. ky ngerayain ultah aja. Masih banyak deh penderitaan San Chai yang bikin hati keiris-iris ngeliatnya, derita Geum Jan Di sih ngga ada apa-apanya.
  2. BBF kurang bagus dalam menggarap sad scene. Ngga kena aja dihati gitu. Waktu nonton BBF paling aku cuma meringis, tapi pas nonton Meteor Garden, aku tuh banjir airmata melulu. Di BBF semuanya keliatan awkward.
  3. Akting yang kurang ekspresif. Lee Min Ho jelas-jelas udah nonton Meteor Garden, tanpa sadar dia berakting persis Jerry Yan. Koo Hye Sun yang memerankan Geum Jan Di masang tampang yang sama setiap saat! Dia butuh kursus akting nih! Beda banget ma Barbie Xu yang meranin San Chai. Nih cewek aktingnya top abis. Aku kagum berat nih ma dia. Satu lagi yang ga bisa akting, si Kim Hyun Joong. Wah super aneh nih orang aktingnya. Coba lihat gaya jalannya yang dibuat-buat, trus tangan yang selalu dimasukin ke saku celana. WEIRDDDDD!! Maap bang, tapi kamu kalah ma Vic Zou/ Hua Ce Lei. Orang ini aktingnya ga dibuat-buat dan dia bener keliatan cool, bisa bikin cewek meleleh deh.
Yang sama-sama bagus dua-duanya itu adalah SOUNDTRACK-nya!! Dua jempol deh buat keduanya. Waktu jaman Meteor Garden, ringtone HP jadi lagu Qing Fei De Yi. Eh sekarang ringtone-ku jadi lagu Paradise-nya T-Max nih. Ah, sok ABG banget yah mamanya Wima. Bahkan sekarang punya brondong baru, tuh si Lee Min Ho. Kapan yah dia ke Jakarta? Kalo ada yang nemuin bisakah dipaketin ke PDR?? Hihhiiii...


Waktu jamannya nonton Meteor Garden, keluargaku (ayah, ibu dan adik) rela nonton sampe jam 12 malam dan bangun jam 5 pagi untuk nyetel dvd-nya lagi. Bener2 keranjingan! DVD playernya sampe dikasih kipas angin supaya ga meledak gara2 kepanasan.



Wadowww ga kuat deh liat Lee Min Ho. Manis amat nyak...


Rabu, 24 Juni 2009

YANG TERSISA DARI REUNI EX. JADDI


Reuninya sih udah dari kapan tau, tapi nulis blognya baru sempet sekarang. Sampe bingung mau cerita apa. Pajang foto peserta reuni satu-satu aja deh.


Pak Amir. Beliau dulu Business Development Manager di Jaddi. Waktu reuni kemarin bawa pasukan 3 jagoan, yaitu 2 anak dan 1 keponakan. Reuni diadain di hari Sabtu, sehari sebelumnya alias hari Jum’at adalah hari terakhir Pak Amir di Jaddi. So, dialah anggota ex. Jaddi paling gress. Oh ya sekarang sih katanya dia freelance aja, yah itu sih bahasa yang agak merendah. Sebenarnya pasti Pak Amir bikin perusahaan sendiri. TOP deh.


Anggoro. Wah tambah keren aja nih si Igo. Anak ini dulu Marketing di Jaddi. Hmmm, he’s such a womanizer. Gpp, masih muda have fun aja say hehe..


Mbak Vita. Duh cantiknya ibu hamil yang satu ini. Dulu dia di bagian Recruitment. Sekarang masih kerja seputar HRD kayanya. Moga kelahiran si kecil nanti cepat dan lancar yah. Amin.


Mbak Tyas. Datang bersama putrinya. Mantan sekretarisnya babeh, trus pernah nyumbang tenaga di GA Dept. juga. Sekarang dia kerja di Grup Ciputra. Inget terakhir liat mbak Tyas waktu hamil anak kedua n badan agak ‘lebar’, tapi waktu reuni kemarin dia udah langsing lagi. Tambah cantik deh pokoknya.


Windy. Wah ibu yang satu ini fashionista sejati. Kayanya uang gajian abis buat ngisi lemari tuh. Kapan ngadain garage sale say? Dulu Windy bagian Costing-nya Jaddi. Tuh otak isinya kode-kode iScala tuh, sampe overload n akhirnya resign hehe..Sekarang dia kerja di Grup Bakrie. Oh ya Windy ini lagi sibuk aja nyari cowok yang tepat, udah ketemu belum bu? Mudah-mudahan segera dapet, lebih bagus lagi yang kemana-mana pake Aston Martin (ada ga tuh di Jakarta kira-kira??)


Odelia. Wah ini sih bukan ex. Jaddi. Dia masih kerja disitu tapi emang hobi yang namanya ngumpul-ngumpul, kan bisa sekalian gaya. Kemarin Odel bawa tas Louis Vuitton Whisper Suede Brown, btw itu ori apa KW ya? Kalo Odel yang bawa bisa ketipu deh orang, ga kalo gw yang pake LV, udah jelas barang KW dong, orang mah ga usah cape-cape mikir hihiii..


Lily. My best friend sekaligus teman belanjaku yang satu ini dulu di ma aku di Purchasing. Tapi Lily terakhir banting tulang di General Affair Dept. Maklum anak buahnya supir-supir dan satpam yang rata-rata pada ngeyel abis n kepala batu. Setelah terbebas dari siksaan itu, Lily sekarang kerja di bagian HRD sebuah food n beverages distributor.


Mbak Erna. Awalnya ngga nyangka ibu yang satu ini bakal datang. Udah ga ketemu Mbak Erna sejak kira-kira 4 tahun yang lalu, karena memang dia yang paling awal resign. Dulu Mbak Erna satu departemen ma Pak Amir di BD, sekarang sih dia udah sukses. Jadi manager di perusahaan kompetitor Jaddi ya mbak? Hehe..


Mbak Sandra. Ini dia temen barengan hamilku hehe.. Anak kita lahirnya beda seminggu doang loh. Sekarang mbak Sandra masih kerja di seputar Accounting, yah memang itulah dunianya. Semangat!!


Desy. Salah satu teman terdekatku ini lagi hamil anak kedua. Anak pertamanya lahir dua minggu setelah Wima lahir. Eh anak keduanya ini prediksinya akan lahir pas Wima ultah yang pertama, 3 Juli nanti. Ckckckck hebat nih mami Desy n papi Ferry kejar target. Oh ya awal masuk kerja di Jaddi Desy di bagian Marketing, lalu naik jabatan tuh di Accounting (Sales). Sekarang dia kerja di Combiphar, bagian Accounting juga.


Mas Adhi. Coba lihat statement t-shirtnya hihihi.. Waktu reuni dia bawa cewek nih, ngakunya sih temen. Yah mas, bukan temen juga gapapa. Apa coba yang kita pikirin kalau liat mas Adhi pakai kaos tulisan begitu n ngegandeng cewek pula?? Btw ga tau nih sekarang mantan orang Audit ini kerja dimana, ga pernah kontak. Bahkan dia sendiri ga pernah muncul di FB.


Indah. Itu bukan baby-nya Indah, tapi baby-nya Wati. Ibu berjilbab ini dulu satu tim ma Desy di Accounting Sales. Sekarang dia kerja di Airasia, ngurusin travel.


Wati. Ibu yang baru aja dikaruniai seorang putri yang cantik!! Tambah subur abis melahirkan. Tenang Wat, kalau si dede udah gede siap2 diet lagi. Gw turun 20 kg loh sejak melahirkan, alias balik ke berat semula. Tapi Wati terlihat sangat serasi dengan mas Gandhi-nya itu, dua-duanya montok hwhwhww...


Nurul. Gadis solo nan anggun dan lemah lembut serta bersuara sangatttttttt pelan ini dulu duduk di bagian Accounting . Sekarang kerjaannya masih berhubungan dengan Accounting, dan kayaknya satu kantor tuh ma mba Sandra. Kata yang paling sering kita semua ucapkan kalo ngobrol ma Nurul adalah ‘APA’. Contoh : “Mba Git, aku wussswususswusss ini..” Gita dengan wajah bingung: “APA say?” Nurul : “Itu wussswuwusssuwuwsss..” (suaranya seperti angin berhembus). Gita : “APAan sih Nurul? Kencengan dikit napa ngomongnya.” Nurul dengan wajah malu-malu, “IHH mba Git gitu deh.” Hmmm pokoknya siap2 pegel aja deh kalo ngobrol ma dia.


Mbak Tri. Ini dia nih ibu yang paling galak di Jaddi (liat aja tuh tampangnya di foto). Galaknya sih ma anak buahnya yaitu satpam, supir, OB, teknisi, dsb. Mungkin yang masuk ke bagian GA harus tegas ky gitu, kalau ngga jangan2 kita yang digalakin. Mbak Tri sekarang kerja di perusahaan distributor home video original (DVD dsb). Wah coba aku yang kerja disitu, pasti asyik deh bisa nonton gratis terus. Dan pastinya akan ngga ada rasa bersalah yang selama ini aku rasain tiap kali nonton DVD bajakan.


Bu Jessi. Ya ampun si Ibu ini susah banget mau difoto. Sampe akhirnya curi-curi aja pas dia lagi sibuk sms. Oh ya ini satu lagi yang bukan ex. Jaddi. Belum maksudnya hehe..


Mas Jhony. Wah keren, badannya ngingetin daku ma Channing Tatum nih. Mas Jhony waktu reuni bawa vcd buatannya sendiri. Isinya kegiatan kita di Mambruk, Anyer dan beberapa shoot di kantor Jaddi di Kesehatan. Maluu banget nonton vcd itu, abis gw jelek bangetttt. Yang lain bilang, “Git, ko lo mudaan sekarang dibanding disitu ?” Yah itulah teman, hasil dari nyalon dulu sebelum dateng reuni. Thanks to my hair stylist, Mas Rosyid di The Guh!!


Mba Maya. Dateng ma putrinya, Salsa. Mantan HRD ini sekarang kerja di Airasia juga bareng Indah. Sepertinya tambah sibuk, karena dia terbang melulu tuh. Yahh Airasia gitu loh, sesuai motto ‘now everyone can fly’.


Mami Adith. Ini mantan bosku yang baik hati dan tidak sombong hihi.. Sekarang bu Adith mengelola beberapa kantin di sekolah internasional. Hebatt, kapan bisa menemukan jalan usaha seperti bu Adith. Tuhan tolong beri aku hidayah. Tapi pas ketemu di reuni, bu Adith terus-menerus bilang bosen usaha n pengen pakai blazer kerja lagi. Yah aku kasih saran, apa salahnya pakai blazer ke kantin?


Mas Ade. Mantan karyawan HRD Jaddi ini sekarang kurusss bngt. Belum ngobrol nih sekarang dia kerja dimana, yang jelas sih tambah sukses. Dia ini orang yang paling rajin update status FB. Bisa 30 menit sekali mungkin. Dan yang komen statusnya dia minimal 10 orang. Hebattt. Iya dong, nemu bahan untuk status FB itu susah loh, kalo dia sampe ganti sesering itu ya namanya kreatif. Sebenernya aku bisa juga sih sering2 ganti status, 5 menit sekali malah, tapi isinya lebayy semua. Misal : ‘Lagi mandi nih’. 5 menit lagi : ‘Lagi ganti baju nih. Enaknya pake baju warna apa yah?’ Hmmm, ga penting banget kynya.

Yang kelupaan difoto sendirian!

Bu Wiwit (paling atas kanan) : Tetep cantikkk.. Sepertinya kerja ma Pak Ari Wanandi sekarang.

Bu Rina : Cool hair bu. And nice bangles, also.

Sang fotografer (kanan). Yah, cuma jadi ibu RT sekarang. Payah ahh..

Jumat, 12 Juni 2009

TRAILER NEW MOON FAVORITKU!!


Gimana yah, yang official kurang greget. Tapi yang ini, top abisss. Meski fanmade, cewek ini benar-benar tau caranya buat trailer yang bikin orang nahan napas waktu nonton. Pfuuihhh...


Cerpenku : CALEG


Sebenarnya cerpen ini sudah dimuat di media cetak dari bulan April 2009, tapi aku lupa posting di sini. Maklum Wima tambah aktif aja nih sekarang, lagi belajar jalan soalnya. Sepertinya waktu habis untuk jagain Wima. Maunya main terus lagi. Duh nih blog jadi ngga keurus deh hikss..

Sabtu, 25 April 2009

Orang pertama yang mendukung Parjo jadi caleg adalah bapaknya sendiri.

"Kamu serius, Jo?" tanya sang bapak. "Saya serius, Pak!" sahutnya spontan.

"Bagus, bagus. Bapak mendukung. Dua ekor sapi milik Bapak, boleh kamu jual untuk memuluskan cita-citamu itu. Pokoknya, Bapak ada dibelakangmu!"

"Terima kasih, Pak. Terima kasih,.."kata Parjo sambil mencium tangan bapaknya tertubi-tubi.

Tak sia-sia Parjo meminta doa restu kepada bapaknya karena bapaknya juga tahu bahwa Parjo sudah banyak mengeluarkan biaya demi jadi seorang caleg di daerah asalnya. Dari menjual mobil, sampai lima hektar tanah sawah miliknya dia jual demi cita-citanya jadi caleg terlaksana. Dana hasil penjualan barang berharga miliknya itu dia gunakan untuk membiaya cetak stiker, sablon bendera partai, sewa bus, sewa angkot untuk membawa massa berkampanye dan memberi aksesoris buat mereka yang ikut. mendukungnya.

Biaya itu juga Parjo gunakan untuk menarik simpati para warga di daerahnya dan di beberapa pelosok desa dengan cara membagi-bagikan sembako, obat-obatan dan tour gratis. Juga memberi modal kepada para petani, para pengangguran agar bisa menciptakan lapangan pekerjaan. Siapa tahu saat pemilu nanti suara mereka untuk kemenanganku, harap Parjo dalam hati sambil tersenyum. Sah atau tidak sah cara Parjo menarik simpati warga, tidak begitu dia pikirkan. Yang penting niatnya baik. Niatku baik kok, membantu warga. Kenapa dilarang? Renungnya. Dan Parjo melakukannya sejak jauh-jauh hari sebelum tanggal kampanye dimulai. Kupikir, bukan pelanggaran memberi bantuan kepada warga sebelum musim kampanye. Dan aku tidak membisikkan apa-apa kepada mereka yang kuberi bantuan. Hanya kuharap mereka itu ingat aku di TPS saat penyontrengan. Itu doang! Cetus Parjo kumudian.

Partai yang mengusung Parjo jadi caleg DPRD Kota B adalah partai Bumi yang bertujuan memajukan rakyat pribumi. Misi lain yang diemban partai tersebut saat berkampanye di alun-alun kota adalah membebaskan rakyat dari segala tuntutan. Memberantas koruptor sampai ke akar-akarnya. Selain sekolah gratis, naik bus, kereta api, kapal laut itu tidak bayar. Begitu juga pada pesawat penerbangan jarak dekat tidak dipungut bayaran. Dan ini rencananya akan menggunakan sistem abonemen. Tujuannya adalah pemerataan disegala bidang. Tidak ada rakyat bertumpuk di satu kota. Tidak ada sekolah sekolah favorit berlokasi di kota-kota besar. Hutan pun tidak akan sepi penduduknya. Karena sampai hutan pun akan disediakan sarana-sarana kebutuhan masyarakat. Jadi orang akan betah tinggal dimanapun. Dan pemerintahannya nanti akan menanggung semua beban biaya apapun selama tokoh-tokoh di partai Bumi menjadi pemenangnya di pemilu legislatif yang akan datang. Tujuannya adalah agar rakyat sejahtera!

Visi dan misi partai Bumi amat sejalan dengan tujuan Parjo. Visinya adalah meningkatkan pendapatan para petani, nelayan, guru dan mensejahterakan para gelandangan dari kemiskinan yang akut. Sedang misinya adalah kesejahteraan sosial bagi seluruh masyarakat. Kesehatan yang murah, cepat, tanggap. Lingkungan nyaman, transportasi gratis. Pemanfaatan asset daerah bagi lapisan masyarakat. Ya, mudah-mudahan usahaku berhasil, renung Parjo. Dan Timo yang meragukan kemampuanku, akan tahu nanti. Mari Timo, mari kita bertarung secara jantan. Kita caleg dari partai yang berbeda, saat inilah kita bisa membuktikan siapa di antara kita yang paling unggul. Juga kamu Sari, kamu boleh menolak cintaku. Tapi nanti, kamu akan terkejut jika aku sudah duduk di kursi parlemen! Kamu akan bertekuk lutut atau balik menghamba padaku, meminta aku meminangmu. Oh, tidak Sari, tidak. Justru aku akan balas sakit hatiku dengan memilih Sara, adikmu sendiri untuk kujadikan istriku. Lihat saja nanti!

* * *

Di hari pemilihan, semua pemilih hadir. TPS yang dibuat di atas tanah lahan kosong luasnya 16 X 10 meter persegi berdiri tepat di bawah pohon flamboyan dan dibatasi oleh tali rapia agar ada pembatas antara pemilih dan petugas. Tampak teduh, nyaman dan damai. Panwaslu sibuk mengatur para pemilih agar tertib dan duduk di bangku yang telah disediakan. Para kandidat kader dari puluhan partai juga hadir untuk menyumbangkan suaranya bagi diri dan kepentingan partainya masing-masing. Satu persatu para pemilih masuk ke bilik penyontrengan. Mereka berseri-seri saat keluar dari bilik penyontrengan itu. Dan hampir semua yang keluar dari bilik penyontrengan tersenyum saat berpapasan dengan Parjo. Pasti mereka telah mencontreng nomor urutku, pikir Parjo. Hmm, aku tidak sia-sia menjual semua hartaku demi memberi bantuan pada mereka sebelum waktu kampanye. Memang, demi meraih cita-cita, pengorbanan itu perlu! Lanjut Parjo lagi. Setelah pemungutan suara usai, istirahat sebentar. Lalu dilanjutkan penghitungan suara. Para petugas KPPS dan panwaslu sibuk menyiapkan segala sesuatu yang akan digunakan untuk penghitungan suara hingga usai. Para pemilih bahkan para caleg termasuk Timo seorang caleg yang diusung oleh partai Mambu sangat antusias untuk melihat hasil penghitungan akhir di TPS. Terlebih lagi Parjo. Caleg yang satu ini tampak lebih antusias daripada caleg-caleg lainnya yang turut hadir untuk menyaksikan hasil penghitungan akhir. Parjo duduk di bangku deretan paling depan yang disediakan panitia. Parjo ingin segala sesuatunya tidak terlewatkan oleh tatapan matanya. Pengalaman masa lalu membuktikan, masih ada petugas yang curang dengan melakukan mengglembungan surat suara. Maka untuk pemilu kali ini dia sangat berhati-hati agar kecurangan pada pemilu lima tahun lalu tidak terjadi lagi pada pemilu tahun ini.

Perhitungan suara teramat sengit. Angka-angka saling kejar. Hati Parjo berdebar. Suara buat nama-nama caleg saling siak. Caleg dari partai Belang mengejar. Tapi disiak oleh caleg dari partai Mambu. Timo tersenyum. Para pendukung partai Bumi bersorak karena nama Parjo mengejar bahkan merapat ke urutan dua. Suara riuh. Kadang gaduh dikarenakan petugas pencatat salah menaruh garis angka di baris yang lain.

"Petugas goblok! Jangan curang ya?" seru seorang pemilih.

"Awas, curang tak telanjangi, kowe!" timpal suara dari dalam kerumunan.

"Dipelintir saja burungnya!" balas suara berikutnya. Pengunjung pada gerr.

"Para penonton tenang, ya. Tenang" pinta seorang petugas hansip yang turut membantu mengamankan tempat pemungutan suara.

"Makanya, jangan salah hitung kalau nggak mau bonyok!" teriak dari dalam kerumunan.

Petugas penghitung suara tersinggung, "Suara siapa itu?" bentaknya sambil matanya mencari asal suara.

"Sudah, kerja saja yang bener! Jangan melawan sama massa, bahaya!" teriak para penonton yang tidak lain adalah para pemilih. Akhirnya kegaduhan reda lagi. Suara buat para kandidat kian sengit. Angka terus berkejaran. Semua punya harapan, semua punya peluang untuk menang. Tapi di sisa limapuluh suara terakhir, nama Parjo mulai tertinggal. Justru suara buat caleg Timo makin naik, nyaris diurutan pertama. Parjo mulai panik. Berdoa dalam hati. Mulut Parjo komat-kamit. Dia berharap tak kalah oleh Timo. Maka dia terus bedoa. Memohon Allah berpihak padanya. Perbedaan angka mulai terlihat. Keringat dingin mulai bermunculan di kening Parjo saat mengetahui kertas suara telah habis. Dan surat suara terakhir milik Timo. Timo menjerit. Melompat setinggi langit. Ucapan selamat berdatangan. Timo girang, Timo senang. Parjo menunduk sedih.

* * *

Di bawah pohon flamboyan yang teduh, bilik bekas TPS belum dibongkar. Parjo sejak pagi hari sudah berada di situ. Tapi tak ada para pemilih yang berjubel seperti kemarin dia lihat. Hari ini hanya dirinya sendiri berdiri mematung memandangi sampah-sampah yang berserakan di sekitarnya. Kekecewaan menggunung di dalam hatinya. Sampah kulit kacang, gelas aqua, puntung rokok, pebungkus permen berserakan seperti kepingan hatinya yang telah hancur. Parjo ingat, kemarin dia berdiri empat meter dari papan penghitungan suara. Suara tepuk tangan, suara aplus, suara maki, suara cibir, suara marah, suara riuh yang dia dengar kemarin bergumul di telinganya jadi satu. Kadang berdengung, kadang mengiang. Kemudian dia melihat senyum manis para pendukungnya, senyum sinis para pesaingnya. Dan semua itu berubah pahit. Getir. Mengamuk, membadai. Mulut Timo yang bersungut-sungut, senyum Sari yang mengejek! Parjo merunduk. Parjo ambruk. Adakah yang curang? Pikir Parjo setelah dia menaruh pantatnya di bawah pohon flamboyan itu.

Parjo terbayang juga wajah-wajah panwaslu, wajah-wajah petugas KPPS, wajah-wajah yang mencerminkan keadilan, wajah-wajah yang mencerminkan kejujuran. Lalu muncul wajah-wajah yang dia curigai, wajah-wajah yang licik, wajah-wajah yang meragukan cara kerjanya. Kenapa aku bisa tak terpilih? Bukankah modalku sudah cukup besar untuk mendapatkan suara mereka? Ah, aku jadi malu. Malu kepada mereka yang telah kujanjikan sesuatu. Malu kepada mereka yang telah kurendahkan. Aku tak bisa membalas sakit hatiku kepada Sari, tak bisa membalas kesombongan Timo terhadapku, renung Parjo. Ah, pasti ada yang curang! Bukankah massaku begitu banyak saat kampanye? Mereka mendukung aku untuk jadi caleg di pemilu legislatif tahun ini demi perubahan. Dipegang Timo, mana bisa ada perubahan?

Parjo tidak tahu, kecurangan tetaplah kecurangan. Dibelahan manapun manusia berada, kecurangan itu pasti ada. Dan ini telah dilakukan oleh Timo saingan terdekatnya. Tanpa diketahui oleh Parjo dan oleh siapapun juga, kecuali mereka yang telah didatangi Timo secara diam-diam dua bulan sebelum hari penyontrengan berlangsung. Timo secara diam-diam telah bertemu dengan semua warga desa itu satu persatu di sebuah tempat untuk membeli suaranya dengan sejumlah uang. Timo berhasil. Dan cara ini tidak dilakukan Parjo terhadap warga desanya. Juga soal ini tidak disadari oleh Parjo kalau cara tidak sehat itu telah dilakukan Timo demi kemenangan dalam pemilu legislative kali ini.

Kegagalan jadi caleg karena kalah suara, jiwa Parjo amat terpukul. Dia lupa istigfar. Dia lupa pepatah, kekalahan adalah kemenangan yang tertunda.

Tiba-tiba hati Parjo mendengar suara-suara gaduh hari kemarin.

"Awas, curang tak telanjangi, kowe!"

"Dipelintir saja burungnya!"

Parjo tiba-tiba tertawa. Geli mendengarnya. Lalu dia ingat orasi-orasinya di panggung kampanye tempo hari. Orasi-orasinya telah menciptakan dunia baru di dalam benaknya. Parjo telah membangun dunia baru di dalam kehidupannya kini. Sebuah kemenangan di dalam mimpinya. "Ha ha ha,.. Terima kasih, terima kasih saudara-saudara. Kita telah meraih sebuah kemenangan yang sangat berharga ini. Tidak sia-sia kita berjoget dalam hujan, tidak sia-sia kita jual harga diri demi kursi panas ini. Ayo, mau saya bangun apa di desa saudara-saudara ini? Bilang saja! Pabrik, hotel, bandara? Ayo, bilang saja. Sekolahan, panti pijat, lapangan golf, atau jalan layang di atas kepala saudara-saudara? Ayo, ngomong saja! Ha ha ha" teriak Parjo. Lalu lelaki yang masih perjaka ini berjalan menuju perkampungan penduduk. Bernyanyi sambil tertawa. Orang-orang yang mengenalnya pada terkejut. Kaget melihat Parjo jadi gila.

"Mas Parjo kenapa bisa jadi gila begitu?" celetuk Imah, seorang janda beranak satu yang rumahnya bersebelahan dengan rumah Sari, seorang gadis desa yang menolak cinta Parjo. Sari cepat-cepat keluar ke rumah setelah mendengar Imah mengabarinya.

"Ih, untung aku tolak dia. Kalau tidak, malulah aku punya pacar jadi orang gila!"

Sambil memukuli kaleng kosong, Parjo mengingatkan orang-orang yang berpapasan dengannya, "Saudara-saudara, jaga tanah air ini. Jangan sampai somplak. Jangan sampai dipotong-potong walau secuilpun. Jaga, jangan sampai dipimpin oleh mereka yang tukang jual asset negara Anak cucu kita harus menikmati hasil kemerdekaan ini. Nang neng nong gung. Nang neng nong gung" celoteh Parjo sambil menari-nari. Bergerak berputar kian kemari.

"Wah, kalah bersaing Parjo jadi gila!" celetuk Timo ketika Parjo lewat di depan rumah Timo yang kebetulan sedang ramai dikunjungi para kerabatnya untuk merayakan keberhasilan Timo jadi caleg.

"Kasihan," kata salah satu teman Timo setelah melihat keadaan Parjo. "Bawa ke rumah sakit saja! Bukankah beberapa rumah sakit sudah menyediakan tempat bagi caleg yang stress atau depresi berat seperti Parjo?"

"Itu bukan urusan kita. Urusan kita adalah mengurusi orang-orang yang masih waras!" tukas Timo.

"Betul juga, Mo!" sahut teman Timo lainnya.

"Sari Sari, sori ya. Aku tak jadi kawini kamu. Oya, Sara. Kita jadi kawin. Kita jadi kawin, win, win! Tang ting tung ting tong, tang ting tung ting tong. Timo kalah, Timo kalah, wek wek! Timo keok, Timo keok,wok wok wok!" Parjo terus mengoceh sepanjang jalan. Siapa yang salah? Siapa yang patut disalahkan kalau setiap caleg yang gagal jadi gila seperti yang dialami Parjo? Apakah peluang jadi caleg itu sendiri yang begitu mudah persyaratannya sehingga dengan mudah pula menjelma mimpi-mimpi indah menjadi seorang yang bakal duduk di kursi panas dengan gaji yang menggiyurkan?

Parjo jadi gila karena kalah. Adakah Parjo Parjo lain setelah pemilu ini?***

* Depok, April 2009

Rabu, 13 Mei 2009

ROB'S PARTY



Hehe... Mamanya Wima jadi ABG dulu ya hari ini. Kan Robert Pattinson ulang tahun. Semoga sehat dan sukses selalu ya, RPattz. Tambahan, ucapan dari Farida semoga cepet nikah ma Kristen (please dehh).

Ini ada foto-foto waktu datang ke pesta ultahnya Rob yang diadakan di Galeri Kafe, TIM. 

Pas dateng foto dulu di red carpet. Backdrop-nya poster film Twilight yang gede banget. Poster segede gitu dijual dimana yah?? Mauuuuuuu....




Panggungnya pesta ultah Rob. Si Trisha terus-terusan bilang foto Rob di panggung cool abis. Niat kelar acara mau foto di panggung.



Cewek-cewek vampire yang datang. Setiap kali Rob muncul di layar langsung screaming. Inget jaman dulu hehe.. Yah karena aku sekarang udah jadi Twimoms, diem n duduk manis aja deh *wink



Oh ini ada tante-tante yang dateng buat makan aja loh. Dari sejak di mobil dikepalanya udah kebayang makanan aja. Katanya sih belum makan dari pagi. Ternyata yang ini bukan vampire. karena berulang-ulang bilang, "Bodo amat ma Robert!!! Yang penting gw dapet makannnnnn!!!!"  Ahhh Rob, kau bukanlah segalanya di dunia ini. Tapi pas udah kenyang, dia lupa tuh statement-nya barusan. 



Semua yang datang dapat goodie bag dari majalah-majalah abg ky Gadis, Seventeen n Cita Cinta. Yah Cita Cinta ngga abg-abg banget sih. Tapi kenapa yah acara begini ko ga disponsorin sama Femina atau Nova gitu, yang dilangganin ma aku? Berarti bukan acara ibu-ibu yah?? Trus kenapa aku bisa ada di sini???!!!!!!!!



Live music-nya full OST. Twilight. Cool abiesssssss. Serasa after party Vanity Fair deh, dance with the high heels.


Wah asli ngga disangka-sangka. Waktu mau potong kue ultah ternyata Robert dateng!!!!!!!! Kyaaaaaaaaaaaaa... Langsung semuanya screaming!!! Aduh mas, breathtaking banget sih jadi orang. Sesak napas jadinya..lebayy



Duh tante yang satu ini ngga sabar buat foto bareng Robert. Sampe ikut nampang waktu Mulya aka Rosalie Hale foto bareng RPattz.


Akhirnya kita dapet giliran juga. Duh tapi tampangnya udah pada lecek semua, udah malem sih. Lihat deh tampang kegirangan Farida deket-deket Robert. Dan Trisha, making those go go eyes with Rob! 

Ini video acara yang ada di YouTube. Video ini juga tampil di situs-situs Twilight di seluruh dunia, seperti di NewMoonMovie.org, TwiCrackAddict, RobsessedPattinson, TwilightCanada, PattinsonLife dan TwilightLoungeGermany.  Dan percaya ngga, ada aku di video ini!!!!! Well, untuk Fety ato siapapun yang masukin gw, thanks yah!! Paling ngga kalo Robert nonton video ini, dia bisa tau gw eksis di dunia ini huaahaaaaaaaaaa..

Kamis, 23 April 2009

DYING BY HIS SONGS


Have you ever fall in love with a guy just because he sang anysong just right?

I have !!

ADAM LAMBERT is the answer.

Yeahh mungkin aku pernah bilang kontestan favoritku di American Idol Season 8 yang tengah berlangsung adalah Danny Gokey. Itu karena Danny selalu tampil bagus diminggu-minggu awal American Idol. Tapi akhir-akhir ini, sosok Adam Lambert sangat mencuri perhatian. Karena ya seperti yang kubilang di atas, dia selalu menyanyi dengan ‘benar’.

Kondisinya begini, kita tidak tahu lagu apa yang dia nyanyikan, tapi ngga perlu jadi sehebat Simon Cowell untuk bisa menilai, kita yang orang awam pun bisa. Cara Adam bernyanyi sangat emosional, original, menyentuh, powerful, brilliant, beautiful, daleem banget, mungkin kalian bisa juga menitikkan air mata, percayalah—meskipun kalian baru mendengar lagu itu untuk pertama kalinya. Dan ingin mendengarnya lagi, lagi dan lagiiii. Semacam ketagihan gitu. OMG, he’s just so amazing talented, he really can touch people by the way he sings!! His voice is beyond words. Absolutely hipnotizing, you just fall in love everytime you hear him.

Look at these videos, you’ll see my points that i mentioned.

Mad World

I personally think this is the type of song that everyone needs listen to. Can’t you believe Simon Cowell gave him a STANDING OVATION for this song??!!! Standing ovation-is-just-not-like-Simon Cowell, u know.

Born To Be Wild

One of-jump-on-the-stage-song by Adam. Paula said he’s the best contestant she ever witnessed.

And you guys should check his “If I Can’t Have You”, which is another stellar performance by him. Tender, sweet and soooo original.

CLICK HERE

Also his version of Michael Jackson’s Black and White.

CLICK HERE

Rumors said he’s a GAY. But who cares,  no matter what his sexual orientation is, talent is talent, i think. What if i’m gonna tell you he’s going to be at the final with Danny Gokey? Just see.